Aktris Rosie O'Donnell membagikan momen emosional saat menjenguk putrinya, Chelsea, nan mendekam di penjara akibat kasus narkoba dan penelantaran anak.(Instagram)
AKTRIS dan komedian senior, Rosie O'Donnell, baru-baru ini membagikan refleksi mendalam setelah menjenguk putrinya, Chelsea O'Donnell, nan tengah mendekam di penjara. Lewat sebuah puisi emosional nan diunggah di IG dan Substack, aktris berumur 64 tahun itu mengungkapkan perasaannya saat memandang sang putri mengenakan seragam tahanan.
Chelsea, 28, dijatuhi balasan penjara setelah masa percobaannya dicabut menyusul tiga kali penangkapan mengenai kepemilikan metamfetamin (sabu-sabu) dan penelantaran anak. Melalui puisi tersebut, Rosie menceritakan gimana jantungnya berdebar kencang saat Chelsea melangkah memasuki ruang kunjungan.
"Dia terlihat baik," tulis Rosie. "Sehat tenang / Mata biru nan cukup rehat / Kulit bersih / Dalam seragam hijaunya."
Rosie memeluk erat putrinya dan menatap matanya, mengingat kembali angin besar nan telah mereka lalui bersama. Kesedihan sempat melanda Rosie ketika mengingat empat anak Chelsea nan belum bisa menjenguk ibu mereka. Meski begitu, Rosie berupaya tegar menghadapi realitas tersebut.
"Ini sudah cukup susah baginya / Dia menginjak usia 29 musim panas ini / Dan nan saya lihat setiap kali memandangnya / Hanyalah bayi pirang nan mengenakan popok," ungkap Rosie dalam puisinya.
Kunjungan tersebut kudu dipotong pendek lantaran aspek cuaca buruk. Sepulangnya dari penjara, Rosie mengaku menangis di dalam mobil dan tidur selama berjam-jam untuk memproses emosinya. Bagi Rosie, ini adalah ujian berat dalam perannya sebagai seorang ibu.
"Cinta tanpa syarat / Benar-benar satu-satunya jalan / Melewati masa menjadi ibu," tambahnya. "Cinta dan pemaafan adalah keharusan / Bahkan ketika itu tampaknya mustahil / Terutama di saat seperti itu / Kita hidup kita belajar kita tumbuh / Bahkan di usia 64 tahun."
Hubungan nan Semakin Dekat dan Harapan Baru
Di kembali ruji-ruji besi, hubungan ibu dan anak ini justru dikabarkan semakin membaik. Chelsea sekarang rutin menelepon Rosie setiap hari. Hubungan mereka kian erat lantaran Chelsea saat ini telah sepenuhnya sadar dari ketergantungan obat-obatan. Sebelum kunjungan, Chelsea apalagi sempat menenangkan ibunya nan cemas bakal menangis melihatnya memakai baju tahanan.
"Mengapa ibu, di sini tidak seburuk itu, saya punya kawan sekarang," tiru Rosie menirukan ucapan putrinya.
Kondisi Chelsea nan mulai pulih memberikan angan baru bagi Rosie. Saat ini, sang putri sudah mulai merencanakan masa depannya setelah bebas nanti.
"Bahwa dia hidup," lanjut Rosie dalam puisi itu. "Menantikan kebebasannya / Merencanakan perjalanannya / Pasca-penjara / Bebas dari narkoba / Kembali berbareng anak-anaknya / Memperbaiki keadaan / Memimpikan kedamaian / Untuk pertama kalinya / Begitu juga denganku."
Rekam Jejak Kasus Hukum Chelsea
Kasus norma nan menjerat Chelsea bermulai ketika dia mengaku bersalah atas tiga dakwaan kejahatan: melawan petugas, pelanggaran jaminan, dan kepemilikan metamfetamin. Pada Maret, dia sempat dijatuhi balasan masa percobaan selama enam tahun dengan syarat ketat, termasuk kudu tetap sadar penuh dan tidak mengonsumsi alkohol maupun unsur terkontrol lainnya.
Namun, lantaran melanggar ketentuan tersebut, masa percobaannya dicabut dan pengadilan resmi menjatuhkan balasan penjara. Menanggapi kasus ini, Rosie sebelumnya sempat menyampaikan rasa prihatinnya atas perjalanan hidup sang putri.
"Saya mempunyai empati bagi mereka nan berjuang melawan kecanduan - Chelsea terlahir dalam lingkaran kecanduan dan ini merupakan perjalanan nan menyakitkan bagi dia dan empat anaknya nan tetap kecil. Kami terus mencintai dan mendukungnya melewati masa-masa mengerikan ini. Doa-doa sangat kami harapkan," pungkas Rosie. (People/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·