Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Senin, 11 Mei 2026 |05:01 WIB

Prajurit Kopassus/TNI
JAKARTA – Pangkat Sarwo Edhie Wibowo pernah diturunkan oleh Ahmad Yani, dari Kapten menjadi Letnan Satu (Lettu). Hal ini membikin hubungan keduanya tidak harmonis.
Melansir kitab Sarwo Edhie dan Misteri 1965, Minggu (10/5/2026), Ahmad Yani membujuk Sarwo berasosiasi dalam Batalion III Badan Keamanan Rakyat. Batalion itu dikomandani oleh Yani sedangkan Sarwo bekerja membawa mortir.
Kemudian, saat Yani membentuk Batalion baru, Sarwo nan malang melintang di Korps Baret Merah Kopassus ini diangkat menjadi komandan kompi Batalion V Brigade IX Divisi Diponegoro sampai 1951.
Selain itu, sebelum berjumpa Yani, Sarwo pernah mendaftar menjadi heiho (pembantu tentara). Tugas Sarwo hanya memotong rumput serta membersihkan WC dan tempat tidur tentara Jepang.
Seusai pangkatnya diturunkan, Sarwo patah arang sampai menangis. Dia pulang ke Purworejo dan menunjukkan ibunya. "Saya berakhir dari tentara," kata Sarwo kepada ibunya.
Surtini, ibu Sarwo menanggapi dingin. "Kalau Anda jadi tentara hanya mengejar pangkat, silakan keluar," ucapnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·