Jembatan Kaca Berendeng yang Dibangun Rp33 Miliar di Tangerang Retak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jembatan Kaca Berendeng nan Dibangun Rp33 Miliar di Tangerang Retak Petugas PUPR Kota Tangerang beri pengumuman jembatan kaca brendeng tidak bisa dipakai sementara.(MI/Sumantri)

JEMBATAN Kaca Berendeng nan diresmikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang pada tahun 2018 lalu, kini bagian flying decknya nan terbuat dari kaca mengalami retak, Sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.

Pasalnya, jembatan nan dibangun dengan anggaran Rp33 Miliar dari APBD Kota Tangerang itu, selain untuk menghubungkan antara wilayah Benteng Makasar di Kecamatan Tangerang dengan wilayah Gerendeng di Kecamatan Karawaci, juga dijadikan sebagai salah satu lokasi wisata di Kota nan berjuluk seribu industri dan sejuta jasa tersebut.

Masyarakat nan berjamu dan melintas di jembatan sepanjang 120 meter dan lebar 13 meter dengan ketinggian mencapai lima meter di atas sungai Cisadane itu, bisa berswa foto di flying deck jembatan nan luasnya sekitar 7 x 2,5 meter.

Namun begitu, jembatan kaca nan bisa menampung maksimal 60 orang tersebut, beberapa hari belakangan ini retak, dan sangat membahayakan bagi para pengunjung.

"Ini sangat membahayakan, Pemkot Tangerang kudu segera bertindak untuk memperbaiki," kata Guzermon, Tokoh Masyarakat Kota Tangerang, Rabu (10/6).

Jangan sampai, lanjutnya, menyantap korban. Karena jika dibiarkan berlarut, jembatan kaca itu bisa ambrol ke Sungai Cisadane nan arusnya cukup deras dan dalam.

Menyikapi perihal itu Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu mengatakan, pihaknya bakal segera memperbaiki kerusakan kaca di Jembatan Kaca Berendeng, Kota Tangerang nan retak.

"Begitu mendengar info ini dari masyarakat, kami  segera melakukan penanganan. Bahkan saat ini letak tersebut sudah Kami amankan," ungkap Iwan Nursyamsu melalui keterangan resminya.

"Kami sedang melakukan pengkajian teknis untuk melakukan perbaikan. Dengan angan agar ikon wisata di Kota Tangerang ini bisa kembali dinikmati oleh semua pengunjung, baik dari dalam maupun luar Kota Tangerang,” pungkasnya. (SM)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia