Jakarta -
Jembatan Gantung Perintis Garuda sepanjang 240 meter nan membentang di atas Sungai Tamiang sekarang menjadi salah satu jembatan gantung perintis terpanjang di Indonesia sekaligus ikon baru Kabupaten Aceh Tamiang.
Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Desa Sekerak Kiri, Kecamatan Sekerak, nan puluhan tahun mengalami keterbatasan akses transportasi.
Pembangunan jembatan diselesaikan hanya dalam waktu tiga bulan oleh prajurit TNI campuran sebagai respons sigap terhadap akibat musibah hidrometeorologi nan melanda Aceh pada November 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum jembatan dibangun, penduduk kudu menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu alias memutar perjalanan darat melalui Karang Baru dan Sungai Liput dengan waktu tempuh hingga satu sampai dua jam. Kini, perjalanan antardesa dapat ditempuh sekitar lima menit.
Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel (Inf) Ali Imran mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
"Jembatan ini sudah puluhan tahun tidak ada akses. Atas permintaan masyarakat pascabanjir Aceh, akhirnya kita bangun. Panjangnya 240 meter dan menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia," ujar Ali dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan jembatan selebar 1,2 meter dengan kapabilitas beban hingga 400 kilogram dibangun untuk mempercepat mobilitas masyarakat di dua desa nan selama ini dipisahkan aliran Sungai Tamiang.
Selain menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan, Jembatan Gantung Perintis Garuda juga mulai berkembang menjadi lokasi wisata baru di Aceh Tamiang. Panorama alam Sekerak dan arsitektur jembatan menarik perhatian penduduk untuk berswafoto, menikmati suasana sore, hingga mengabadikan momen senja di atas sungai.
Bagi pelajar, kehadiran jembatan menghadirkan rasa kondusif dan kemudahan. Seorang siswi di area tersebut mengaku sekarang dapat berangkat ke sekolah tanpa kudu menggunakan perahu seperti sebelumnya.
"Kalau pergi sekolah sekarang lebih mudah, tidak perlu naik boat lagi. Bisa langsung melintasi jembatan," ucapnya.
Kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda juga menjadi simbol pembangunan prasarana tidak hanya membuka konektivitas fisik, tetapi juga menghidupkan kembali degub ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Aceh Tamiang setelah diterpa bencana.
Lihat juga Video 'Jembatan Gantung di Sukabumi Putus, 5 Warga Terjun ke Sungai':
(anl/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·