Jembatan Beton Tegal Alur Dibongkar untuk Proyek SDA, Pramono Janji Bangun Ulang

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan peninjauan persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji membangun kembali jembatan beton di Tegal Alur, Jakarta Barat, setelah pengerjaan proyek penanganan Kali Semongol rampung.

Saat ini, penduduk menggunakan jembatan kayu nan dibangun secara swadaya sebagai akses penyeberangan setelah jembatan penghubung di letak tersebut dibongkar untuk mendukung pekerjaan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Pramono mengatakan pembongkaran jembatan sebelumnya dilakukan lantaran diperlukan akses untuk perangkat berat nan digunakan dalam pengerukan.

“Jembatan kayu di Tegal Alur ini dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air. Kenapa dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air? Karena memang di tempat itu dulunya ada perangkat nan kemudian kudu melakukan pengerukan,” kata Pramono usai menghadiri peresmian wajah baru Rumah Sakit Tria Dipa, Jakarta Selatan, Jumat (28/8).

Namun, pengerjaan proyek SDA tersebut mengalami kendala. Pramono menyebut perangkat nan digunakan untuk pengerukan mengalami vandalisme dan pencurian suku cadang.

Jembatan bambu menjadi akses sementara penduduk di RT 05/RW 02, Jalan Warung Pojok, Gang Perkutut, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (25/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

“Tetapi, nan menyedihkan adalah perangkat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian. Sehingga ada sparepart-nya alias suku cadangnya nan diambil sehingga perangkat itu tidak bisa beroperasi,” ujarnya.

Pramono mengatakan telah meminta Dinas SDA tetap melanjutkan pengerjaan di letak tersebut. Setelah pekerjaan SDA selesai, jembatan kayu nan saat ini digunakan penduduk bakal dibangun kembali menjadi jembatan beton.

“Maka untuk itu, saya sudah meminta kepada Dinas Sumber Daya Air untuk tetap diteruskan. Nanti jika pengerjaan sumber daya air sudah selesai, maka nan jembatan kayu bakal kita selesaikan menjadi jembatan konkret,” kata Pramono.

Menurut Pramono, pembangunan kembali jembatan beton diperlukan lantaran jembatan kayu nan digunakan penduduk saat ini dinilai membahayakan.

“Karena memang jika kayu itu membahayakan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan