Jakarta -
Kementerian Haji dan Umrah RI (@kemenhaj.ri) mengunggah video petugas jemaah membongkar koper jemaah haji nan berisi air Zamzam. Jemaah coba menyiasati dengan langkah dibungkus aluminium dan dilakban coklat ke dalam koper bagasi maupun kabin.
Dalam video itu, air Zamzam tetap bakal terlihat di mesin X-ray lantaran mempunyai karakter unik nan tidak bisa ditutupi apapun. Proses pembongkaran koper memerlukan waktu nan cukup lama sehingga bisa menyebabkan keterlambatan jemaah masuk ke pesawat.
Sebagai informasi, ada patokan membawa air Zamzam dari Tanah Suci. Air Zamzam tidak diperbolehkan dibawa dalam koper bagasi maupun tas kabin saat kepulangan ke Tanah Air.
Setiap jemaah bakal mendapatkan pengedaran air Zamzam resmi setibanya di Indonesia, sehingga tidak perlu membawa sendiri dari Arab Saudi. Jemaah diminta mematuhi ketentuan penerbangan demi kelancaran proses pemeriksaan bagasi, keamanan penerbangan, dan kenyamanan seluruh jemaah.
Daftar Barang Terlarang Selama Penerbangan
Selain air Zamzam, pihak penerbangan juga menetapkan daftar larangan untuk benda-benda lain nan berisiko. Masyarakat diimbau untuk tidak membawa barang-barang rawan ini ke dalam kabin maupun bagasi.
Berikut adalah rincian peralatan nan dilarang selama penerbangan:
- Barang nan mudah terbakar alias meledak, seperti contohnya korek api, bahan bakar, petasan, kembang api, dan lain-lain.
- Senjata api dan senjata tajam, nan meliputi amunisi, pisau, gunting, saber, dan beragam barang tajam lainnya.
- Berbagai macam cairan, gel, aerosol, pasta, maupun krim nan melampaui pemisah 100ml tidak diperbolehkan masuk di kabin penerbangan.
- Uang tunai dalam jumlah lebih dari Rp100.000.000 alias SAR25.000 tidak dilarang mutlak, namun wajib dilaporkan kepada petugas Bea Cukai sesuai dengan ketentuan nan berlaku.
(kny/idn)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·