Jakarta, CNBC Indonesia - Harga original Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali menjadi sorotan publik setelah viral struk pembelian di SPBU Pertamina nan menunjukkan nomor Rp16.088 per liter sebelum subsidi. Temuan itu membikin banyak warganet mempertanyakan skema subsidi BBM nan selama ini berlaku.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M V Dumatubun mengatakan nilai nan tercantum dalam struk tersebut merupakan nilai keekonomian Pertalite sebelum subsidi pemerintah diberikan kepada masyarakat.
Menurut dia, subsidi daya diberikan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi nasional. Karena itu, nilai jual Pertalite di masyarakat tetap berada di level Rp10.000 per liter.
"Subsidi bermaksud menjaga kestabilan nasional, baik dari sisi daya beli masyarakat maupun menjaga roda perekonomian tetap berjalan," kata Roberth dalam pernyataannya kepada CNBC Indonesia, dikutip Minggu (17/5/2026).
Di tengah polemik tersebut, muncul pula pertanyaan kenapa subsidi tidak diberikan kepada Pertamax nan mempunyai nilai oktan lebih tinggi. Menurut Roberth, Pertamax merupakan BBM umum non-subsidi sehingga nilai jualnya mengikuti sistem pasar.
"Pertamax adalah jenis BBM non-subsidi lantaran harganya mengikuti nilai pasar," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai BBM non-subsidi saat ini tetap mendapat pengaruh dari kebijakan pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas nilai di tengah gejolak daya dunia.
Sebelumnya, salah satu unggahan nan ramai dibahas muncul di platform Threads dan memperlihatkan rincian nilai dasar Pertalite sebelum mendapatkan subsidi pemerintah.
Dalam struk tersebut, tercantum nilai dasar Pertalite mencapai Rp16.088 per liter. Namun konsumen hanya bayar Rp10.000 per liter lantaran terdapat subsidi pemerintah sebesar Rp6.088 untuk setiap liter BBM nan dibeli.
Temuan itu langsung memicu pertanyaan publik. Pasalnya, nilai dasar Pertalite nan mempunyai RON 90 justru terlihat lebih tinggi dibandingkan Pertamax dengan RON 92 nan saat ini dijual sekitar Rp12.300 per liter di wilayah Jabodetabek.
Narasi dalam video nan beredar kemudian berkembang menjadi perdebatan soal logika nilai BBM. Banyak warganet mempertanyakan argumen pemerintah memberikan subsidi kepada Pertalite, bukan kepada Pertamax nan dinilai mempunyai kualitas lebih tinggi.
Dalam struk pembelian nan viral tersebut tertulis rincian nilai dasar Pertalite Rp16.088 per liter, subsidi pemerintah Rp6.088 per liter, dan nilai jual ke masyarakat sebesar Rp10.000 per liter.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·