
Jelang Musim Kemarau, Ini 4 Tanda Filter AC Penuh nan Bisa Timbulkan Efek Domino (Dok SIS)
JAKARTA - Memasuki musim kemarau, suhu udara di beragam wilayah Indonesia meningkat dengan paparan panas lebih intens pada siang hari. Kondisi tersebut membikin kabin mobil berpotensi lebih sigap panas, terutama saat mobil parkir di area terbuka. Alhasil, beban kerja sistem pendingin alias air conditioner (AC) pun meningkat guna menjaga kenyamanan selama perjalanan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim tandus 2026 diperkirakan datang lebih awal, dengan sejumlah wilayah mulai memasuki periode tandus sejak April 2026 dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Dalam kondisi cuaca lebih kering dan berdebu, keahlian AC sangat berjuntai pada komponen krusial nan kerap luput dari perhatian, ialah filter AC.
“Kinerja sistem pendingin optimal selalu berasal dari sirkulasi udara bersih. Filter AC memegang peranan krusial untuk menyaring partikel debu dari luar sebelum udara masuk ke kisi-kisi evaporator AC. Oleh lantaran itu, pengecekan lebih awal pada komponen ini sangat
esensial," kata Asst to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Ia melanjutkan, langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang.
Secara teknis, filter AC berkedudukan sebagai saringan mekanis utama guna menjaga kemurnian udara sebelum masuk ke sistem pendinginan udara. Alur kerja bermulai saat blower menarik udara panas dari kabin alias luar, lampau mengalirkannya melalui filter AC sebelum mencapai kisi-kisi evaporator.
Penyaringan partikel sejak awal membantu menekan akibat penumpukan kotoran pada unit pendingin di dalam dasbor. Untuk menunjang kegunaan krusial tersebut, filter AC mempunyai keahlian menangkap beragam partikel sesuai spesifikasi materialnya.
Material kertas/serat non-woven merupakan jenis standar efektif menyaring partikel debu besar, serbuk sari, dan kotoran jalanan.
Carbon active (arang aktif) merupakan material premium dengan keahlian menyaring partikel fisik, sekaligus menyerap aroma tidak sedap dan gas polutan dari luar kendaraan.
Material Elektrostatik, dengan menggunakan muatan listrik tetap untuk menarik partikel lebih lembut agar tidak lolos ke dalam sistem sirkulasi.
Mayoritas kendaraan, menggunakan filter AC bermaterial kertas alias serat non-woven. Jenis ini dipilih lantaran mempunyai kelebihan berat ringan, daya saring rapat, durabilitas baik, serta lebih efisien secara biaya perawatan.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·