Jelang Akhir Tahun 2026, Kemenkeu Masih Sisir Efisiensi Anggaran

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Jelang Akhir Tahun 2026, Kemenkeu Masih Sisir Efisiensi Anggaran Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan pernyataan saat konvensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).(ANTARA/Fathur Rochman)

MENDEKATI akhir tahun, Kementerian Keuangan tetap mencari ruang efisiensi dalam penyelenggaraan anggaran, termasuk melalui perbaikan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Saya ambil contoh MBG. Makan Bergizi Gratis kita sekarang sudah mengalami perubahan pengelolaan nan luar biasa dan itu dilakukan oleh manajemen Badan Gizi Nasional nan baru, sehingga dengan manajemen nan baru, polanya pengelolaan nan baru, kemudian efisiensinya terbentuk," kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara seusai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).

Suahasil mengatakan penelaahan anggaran terus dilakukan menjelang penutupan tahun anggaran 2026. Kementerian Keuangan mengevaluasi kebutuhan shopping untuk memastikan sasaran program dapat dicapai tanpa mengeluarkan anggaran lebih besar dari nan diperlukan.

Menurut dia, efisiensi tidak selalu berfaedah pemotongan anggaran. Pemerintah, kata dia, mau memperbaiki penyelenggaraan program agar hasil nan ditargetkan tetap tercapai dengan penggunaan biaya nan lebih efektif.

"Jadi untuk menyelesaikan akhir tahun 2026, nan namanya mencari efisiensi di anggaran itu adalah pekerjaan nan kontinu. Jadi anggarannya sudah ditetapkan, tetapi dalam penyelenggaraan anggarannya kita selalu mencari ruang untuk membikin apakah memang perlu anggaran sedemikian besar," ujarnya.

Meski pertimbangan berlangsung, Suahasil memastikan seluruh program prioritas pemerintah tetap dijalankan. Belanja APBN pada kuartal IV 2026 diperkirakan mencapai Rp1.300 triliun, lebih tinggi daripada periode nan sama tahun lampau sebesar Rp1.200 triliun.

Ia mengatakan shopping tersebut diharapkan menopang aktivitas ekonomi pada akhir tahun, termasuk melalui penyediaan jasa publik dan perlindungan sosial. Bantuan pangan untuk kuartal IV juga mulai disalurkan guna membantu masyarakat sekaligus mendorong konsumsi.

Suahasil menilai shopping pemerintah nan lebih tinggi dapat memberikan dorongan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara shopping untuk menggerakkan perekonomian, perlindungan masyarakat, dan disiplin penggunaan anggaran.

"Dengan shopping pemerintah nan lebih tinggi, berfaedah dorongan dari shopping pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga bakal ada pengaruh positif. Ini nan kita cari, sehingga nan namanya APBN itu menumbuhkan ekonomi, namun APBN juga melindungi masyarakat dan dilaksanakan dengan langkah nan efisien sehingga dia kredibel," katanya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑