Jakarta -
Setiap bulan April, nama R.A. Kartini kembali mengingatkan kita bahwa perjuangan wanita tidak pernah berhenti. Ia tidak hanya berbincang tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian untuk mandiri, mengambil keputusan, dan membawa perubahan bagi kehidupan nan lebih baik.
Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menyampaikan semangat Kartini tetap sangat relevan dalam konteks wanita masa kini.
"Menjadi wanita masa sekarang adalah tentang mempunyai keberanian untuk berdiri tegak, menentukan pilihan, dan menjadi berdikari atas setiap jalan hidup nan kita pilih. Kemandirian bukan hanya soal pembuktian diri, tapi tentang percaya bahwa kita mempunyai kekuatan untuk membawa perubahan. Semangat inilah nan dulu diperjuangkan oleh Ibu Kartini," ujar Dewi, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, semangat tersebut sekarang hidup dalam keseharian wanita Indonesia dan telah berubah menjadi daya luar biasa di tangan perempuan-perempuan dahsyat Indonesia.
"Kartini masa sekarang ada pada mereka nan melangkah tangguh, mandiri, dan mereka nan menggerakkan roda ekonomi, hingga mereka nan dengan penuh kasih merawat cinta dan angan dari dalam rumah, serta menghadirkan faedah nyata bagi lingkungan sekitarnya," ungkap Dewi.
Semangat itu juga tampak pada wanita nan bisa bangkit di tengah situasi sulit. Dalam konteks ini, Jasa Raharja mengambil peran tidak hanya sebagai penyedia perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lampau lintas, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem nan mendukung pemberdayaan perempuan.
Kecelakaan lampau lintas tidak hanya berakibat pada korban, tetapi juga pada family nan ditinggalkan. Banyak wanita kudu mengambil peran baru sebagai tulang punggung family setelah kehilangan suami. Terlebih, korban kecelakaan lampau lintas banyak berasal dari laki-laki usia produktif, sehingga kondisi tersebut dapat mengubah struktur ekonomi family secara drastis.
Dalam situasi seperti itu, kehadiran negara melalui perlindungan dan pendampingan menjadi penting. Melalui jasa santunan nan cepat, transparan, dan terintegrasi, Jasa Raharja memastikan kewenangan mahir waris dapat terpenuhi. Namun, support tersebut tidak berakhir pada santunan, melainkan dilanjutkan melalui beragam program pemberdayaan untuk membantu wanita membangun kemandirian ekonomi.
Salah satu upaya nyata dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pemberdayaan Ekonomi untuk Keluarga Ahli Waris Berdaya dan Terampil (JR Pelita), serta support terhadap UMKM, nan mendorong wanita untuk mengembangkan upaya mandiri. Program ini tidak hanya memberikan support modal, tetapi juga pembinaan, pelatihan, hingga pendampingan agar para wanita bisa bangkit dan membangun kehidupan nan lebih baik.
Lebih dari itu, wanita juga mempunyai peran strategis dalam membangun budaya keselamatan sejak dari rumah. Edukasi tentang tertib berlalu lintas sejatinya berasal dari keluarga, di mana ibu menjadi sosok pertama nan menanamkan nilai disiplin, kehati-hatian, dan kepedulian terhadap keselamatan.
Melalui beragam inisiatif perlindungan dan pemberdayaan, Jasa Raharja berupaya memastikan bahwa setiap wanita mempunyai kesempatan untuk bangkit dan berkembang. Semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi tentang keberanian untuk terus melangkah dengan perlindungan, dukungan, dan angan nan nyata.
(akn/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·