JAPFA Gaet LPER Perkuat Kerja Sama Budidaya Ayam Broiler di Gunungkidul

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta -

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) berbareng Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) memperkuat kerja sama strategis. Kemitraan ini berfokus pada budidaya ayam broiler di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kolaborasi ini mencakup penyediaan Days Old Chick (DOC) berbobot serta pendampingan teknis bagi para peternak lokal. Direktur JAPFA Rachmat Indrajaya menjelaskan sinergi hulu hingga hilir ini dirancang demi memberdayakan peternak rakyat secara berkelanjutan.

"Di sisi hilir, JAPFA juga menyerap hasil produksi peternak melalui akomodasi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) nan kami miliki. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan dan keberlanjutan upaya peternak rakyat. Kerja sama ini telah mencapai milestone satu juta ekor Broiler," ungkap Rachmat dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rachmat Indrajaya menambahkan penguatan kemitraan ini diarahkan untuk menciptakan sistem insentif nan jujur dan berbasis kinerja. Upaya ini diharapkan bisa menjadikan peternak rakyat sebagai mitra nan berdikari secara ekonomi.

"Kami berambisi penguatan kerjasama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung kedaulatan pangan dan menjadikan peternak rakyat sebagai rekanan pangan nan berdikari secara ekonomi," tutur Rachmat.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyambut positif kerjasama lintas sektor antara pihak swasta dan koperasi ini. Sinergi tersebut diyakini bisa memperkokoh fondasi ketahanan pangan di daerah.

"Kami sangat mengapresiasi sinergi antara swasta dan koperasi ini dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan di wilayah kami. Menjadikan peternak rakyat sebagai penyedia pangan nan handal adalah kunci. Dengan adanya pengarahan teknis dan akses pasar, kami berambisi para peternak di Gunungkidul dapat mempunyai upaya nan lebih stabil dan skala nan terus bertumbuh untuk berkontribusi langsung pada kesiapan protein hewani bagi masyarakat," ujar Endah.

Dukungan serupa datang dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Agung Suganda. Pihaknya mendorong agar ekosistem kemitraan industri dan peternak rakyat terus melangkah beriringan.

Agung menyampaikan dalam sambutannya, sebagai tindak lanjut penerapan Permentan Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, Kementerian Pertanian mendorong kerja sama seperti ini lantaran industri dan peternak rakyat kudu tumbuh bersama.

"Ketika peternak mendapat akses sarana produksi, pendampingan, dan kepastian pasar, produktivitas meningkat dan upaya menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, nan kita bangun bukan hanya upaya peternakan, tetapi ekosistem pangan nan bisa menjaga pasokan protein hewani sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak," tegas Agung.

Di sisi lain, Ketua Koperasi LPER Mulyadi Atma, menyampaikan apresiasi kepada Ditjen PKH dan JAPFA atas terjalinnya kerja sama ini. Ia berambisi kerja sama tersebut dapat melangkah secara berkepanjangan dan direplikasi di seluruh wilayah keanggotaan LPER nan tersebar di 17 provinsi.

Lebih lanjut, dia mengimbau kepada personil LPER nan mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam kerja sama ini agar dapat menjaga amanah dan menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

"Dengan demikian, kerja sama dapat melangkah dengan lancar, memberikan faedah nan optimal, serta menciptakan nilai bagi kedua belah pihak," ucapnya.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance