Dari Kotoran Sapi Jadi Energi, UMKM Batik Cirebon Beralih ke Biogas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Foto Bisnis

Rengga Sancaya - detikFinance

Jumat, 04 Sep 2026 18:00 WIB

Kabupaten Cirebon - Perajin batik di Cirebon memanfaatkan biogas dari kotoran sapi sebagai sumber daya pengganti untuk mendukung proses produksi batik.

Perajin menjemur kain batik nan telah direbus melalui kompor biogas kotoran sapi di desa Kalibaru, Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Perajin batik di desa itu memanfaatkan biogas kotoran sapi nan diolah menjadi biogas untuk dimanfaatkan sebagai sumber daya kompor saat proses pembuatan batik. ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro

Biogas nan digunakan berasal dari kotoran sapi nan diolah hingga menghasilkan gas untuk menyalakan kompor. Kompor biogas kemudian dimanfaatkan perajin saat merebus kain batik dalam proses pembuatannya. ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro

Perajin menjemur kain batik nan telah direbus melalui kompor biogas kotoran sapi di desa Kalibaru, Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Perajin batik di desa itu memanfaatkan biogas kotoran sapi nan diolah menjadi biogas untuk dimanfaatkan sebagai sumber daya kompor saat proses pembuatan batik. ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro

Penggunaan biogas tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga memanfaatkan limbah peternakan nan sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong produksi batik nan lebih ramah lingkungan. ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro

Perajin menjemur kain batik nan telah direbus melalui kompor biogas kotoran sapi di desa Kalibaru, Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Perajin batik di desa itu memanfaatkan biogas kotoran sapi nan diolah menjadi biogas untuk dimanfaatkan sebagai sumber daya kompor saat proses pembuatan batik. ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro

Kain batik nan telah direbus menggunakan kompor biogas selanjutnya dijemur oleh perajin. Pemanfaatan daya pengganti tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan UMKM batik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional. ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro

Anda menyukai tulisan ini

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Belum ada komentar.

Jadilah nan pertama berkomentar di sini

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance