Jakarta -
Gubernur Jakarta Pramono Anung melaporkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jakarta pada semester pertama 2026 capai 5,52%. Menurutnya nomor ini tetap lebih tinggi dari rata-rata nasional nan sebesar 5,45%.
"Pada semester pertama tahun 2026, perekonomian kita tumbuh sebesar 5,52%, lebih tinggi dari tingkat nasional dengan tingkat inflasi nan tetap terkendali pada nomor 2,5%. Realisasi investasi mencapai Rp 173,6 triliun, alias sekitar US$ 10,5 miliar," ucap Pramono dalam aktivitas Jakarta Investment Festival 2026, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
Pramono juga menyoroti peningkatan daya saing Jakarta di kancah internasional, di mana menurutnya posisi Jakarta dalam Kearney Global Cities Index melesat dari urutan 74 ke posisi 71. Sementara dalam jejeran ibu kota dunia, Jakarta sekarang berada di ranking 53 dari 100 kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jakarta sebagai ibu kota sekarang berada di ranking ke-53 dari 100 kota, dan saya cukup bangga keahlian kita lebih baik daripada Washington D.C. Angka-angka ini menunjukkan sesuatu nan penting, Jakarta tetap handal dan pasar terus mempunyai kepercayaan terhadap kota ini," kata Pramono.
Lebih lanjut, dia turut memaparkan jika sistem transportasi publik Jakarta semakin ramai digunakan. Kondisi ini terlihat dari info perjalanan transportasi publik di Jakarta mencapai sekitar 112 juta kali perjalanan pada semester I 2026, naik nyaris 8% dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
"Peningkatan permintaan ini didukung oleh ekspansi jaringan transportasi terintegrasi Jakarta secara terus-menerus. LRT Jakarta rute Kelapa Gading hingga Manggarai sekarang telah siap dan menjadi bagian krusial dari sistem feeder. Sementara perpanjangan MRT Bundaran HI hingga Monas ditargetkan selesai pada tahun 2027," ujarnya.
"Pedestrian deck Dukuh Atas nan baru bakal semakin menghubungkan LRT ke LRT (LRT Jabodebek dan LRT Jakarta), MRT, TransJakarta, KRL Commuter Line, serta Kereta Bandara, nan memperkuat salah satu pusat aktivitas mobilitas utama di Jakarta," sambung Pramono.
Tak hanya sektor ekonomi, kualitas pembangunan manusia di Jakarta juga mencatatkan nomor impresif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta pada 2025 menyentuh nomor 85,05 dan menjadi nan tertinggi di Indonesia, mengungguli D.I. Yogyakarta dan Kepulauan Riau.
"Kami juga memperluas akses ke air bersih. Saat ini cakupannya telah mencapai 82%. Kami menargetkan cakupan air bersih mencapai 100% pada tahun 2029," terang Pramono.
Namun, menurutnya pembangunan prasarana dan pemberdayaan penduduk Jakarta ini memerlukan modal investasi nan cukup besar. Untuk itu Pramono mengaku terus memperkuat kemitraan antara pemerintah, investor, bumi usaha, dan lembaga global.
Dalam perihal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menawarkan 37 proyek investasi strategis kota dengan total nilai mencapai Rp 115 triliun alias sekitar US$ 5 miliar kepada para investor, baik domestik maupun global.
Proyek nan ditawarkan mencakup beragam sektor kunci di Jakarta mulai dari pembangunan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD), kediaman dan perhotelan, area komersial mixed-use, industri dan logistik, hingga prasarana area tepi air (waterfront).
"Kami menyambut para mitra nan dapat membawa modal, teknologi, keahlian, dan model upaya inovatif untuk mengubah kesempatan ini menjadi hasil nyata bagi Jakarta," pungkas Pramono.
(igo/fdl)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·