Jakarta Bersholawat Digelar Di Monas, Doakan Jakarta Damai dan Korban Gempa NTT

Sedang Trending 15 menit yang lalu
Suasana aktivitas Jakarta Bersholawat di Monas, Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Jemaah mulai memadati area Lapangan Irti Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menjelang penyelenggaraan Jakarta Bersholawat dalam memperingati Maulid Nabi, Sabtu (22/8) malam. Kegiatan tersebut diawali dengan salat Magrib berjemaah, dilanjutkan dengan membaca Surah Yasin dan bershalawat kemudian salat Isya sebelum memasuki aktivitas utama.

Acara utama Jakarta Bersholawat kemudian dimulai selepas salat Isya. Dengan bintang tamu dan tokoh ustadz nan hadir, di antaranya Habib Ali Uraidy bin Jafar Assegaf, Habib Abubakar Mauladawilah, Habib Athos bin Jafar Assegaf, serta tokoh sekaligus ketua pelaksana Jakarta Bersholawat, Syakir Daulay.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan Jakarta Bersholawat digelar oleh Majelis Nurul Musthofa dalam rangka memperingati menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Hari ini majelis daripada Nurul Mustofa menyelenggarakan Jakarta Bersholawat sekaligus juga Maulid Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW " kata Arifin saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mendoakan Jakarta, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan umat. Dia memperkirakan sekitar 5.000 hingga 6.000 orang turut membersamai aktivitas tersebut.

"Tentunya juga kita kudu juga memanjatkan doa-doa kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, bahwa membangun nan saat ini dilakukan, pembangunan bentuk juga dilakukan, tetapi pembangunan umat juga kudu dilakukan," kata dia.

"Kurang lebih lima sampai enam ribuan kali ya. Insyaallah mudah-mudahan mereka nan tetap dalam perjalanan, ya, sampai di sini dalam keadaan selamat dan kembali juga pulang dalam keadaan selamat semuanya, ya," tambahnya.

Selain mendoakan kedamaian dan ketenteraman Jakarta, aktivitas tersebut juga sekaligus mendoakan penduduk nan terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Karena ini doa-doa nan kita panjatkan bukan hanya kita mendoakan Jakarta nan damai, tentram, sejuk, tetapi juga untuk Indonesia ya, khususnya juga saudara-saudara kita nan saat ini menderita ada musibah gempa di NTT dan beberapa nan lampau sebelumnya juga ada di Aceh dan lain sebagainya," kata Arifin.

Ia juga turut mendoakan agar Indonesia dijauhkan dari musibah dan musibah serta seluruh penduduk berada dalam kondisi kondusif dan sejahtera.

"Dan tentu kita semua mendoakan agar Indonesia dijauhkan dari musibah dan musibah dan insyaallah semuanya dalam keadaan aman, nyaman, dan semua warganya insyaallah sehat selalu sejahtera," ungkap nya.

Sementara itu, penceramah Habib Muhammad bin Ali Assegaf mengatakan Jakarta Bersholawat menjadi momentum untuk menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati kemerdekaan Indonesia.

"Ya alhamdulillah dengan aktivitas bulan Agustus ini, Nurul Musthofa Bershalawat kita berambisi bahwa dengan aktivitas ini kita menyambut kelahiran Baginda Rasulullah dan juga menyambut hari kemerdekaan kita," katanya.

Dia juga membujuk masyarakat mendoakan saudara-saudara nan sedang menghadapi ujian serta menjalani kehidupan dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Kita doakan kerabat kita agar semua kuat menerima ujian nan Allah berikan dan menyongsong kehidupan nan lebih baik, ya, dengan bertaqwa kepada Allah, dengan langkah juga memperbanyak selawat kepada Baginda Rasulullah," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan