Jadi Korban Kekerasan, Muzakki Ramdhan dan Keluarga Pertimbangkan Langkah Hukum

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Muzakki Ramdhan jadi korban kekerasan oleh orang tak dikenal di mal. Foto: Dok. Istimewa

Aktor Muzakki Ramdhan beberapa waktu lampau menjadi korban kekerasan oleh orang tak di kenal di area toilet mal. Muzakki menyadari bahwa kejadian tersebut berasal dari kesalahpahaman.

Saat ini, Muzakki Ramdhan tetap mendiskusikan langkah nan bakal diambil oleh pihaknya mengenai kejadian kekerasan tersebut. Termasuk kemungkinan pihaknya mengambil langkah hukum.

"Untuk sekarang saya tetap berpikir dan berbincang dengan keluargaku, minta doanya," ujar Muzakki kepada kumparan.

Muzakki Ramdhan Alami Luka di Bibir Hingga Benjol di Kepala Belakang

Atas kejadian tersebut, Muzakki mengalami luka di bibir. Namun luka tersebut sekarang sudah mulai membaik. Selain luka di bibir, bintang movie Gundala itu, juga mengalami benjol di kepala belakang lantaran tumbukan dengan tembok mal.

"Luka di bibir kiri bagian atas, robek sekitar 2 cm. serta benjolan di kepala belakang karena terbentur dinding," tuturnya.

Selain fisik, Muzakki juga mengaku kena mental. Namun, support dari orang-orang terdekat sudah membikin kondisi psikisnya jauh lebih baik.

"Kemarin sempat betul-betul shock sampai gak bisa ngomong. Alhamdulillah karna terus ditemani sama orang terdekatku, Alhamdulillah sekarang udah lebih baik," ucap Muzakki.

Muzakki Ramdhan jadi korban kekerasan oleh orang tak dikenal di mal. Foto: Dok. Istimewa

Petik Pelajaran Berharga dari Insiden Pemukulan

Lebih lanjut, Muzakki mengambil banyak pelajaran pengalaman tak menyenangkan ini. Ia menyadari bahwa di ruang publik, potensi ancaman bisa datang dari siapa saja, termasuk dari perseorangan nan tidak bisa mengontrol emosi alias mempunyai sensitivitas berlebih.

"Ke depan, saya bakal jadi lebih berhati-hati dalam bertindak di area umum. Sekarang saya jadi lebih tahu bahwa ada orang-orang di luar sana nan se-sensitif itu, alias mungkin nan tidak bisa mengontrol diri maupun emosinya," tuturnya.

Meski begitu, dia memilih untuk tidak membiarkan rasa takut menguasai diri. Muzakki sekarang lebih konsentrasi pada introspeksi diri dan meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak lagi menimpa dirinya maupun orang lain di kemudian hari.

"Aku enggak pernah tahu kapan alias di mana saya berjumpa orang-orang seperti itu, dan saya tidak bisa mengontrol mereka. Sekarang, saya hanya bisa mengontrol diriku dan lebih berhati-hati dalam bersikap. Dan berharap, semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi baik untuk saya dan orang lain," tutupnya.

Sebelumnya, Muzakki menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermulai saat dia merasa kurang lezat badan. Muzakki merasa sedang dalam kondisi mual dahsyat usai menaiki wahana permainan di salah satu arena bermain di mal.

Karena kondisi nan mendesak, Muzakki tidak sengaja membanting pintu toilet saat hendak masuk. Ia mengaku saat itu hanya konsentrasi mau segera menutup pintu dan tidak ada niat untuk melakukan tindakan provokatif.

instagram embed

Namun, tak disangka, kejadian pintu terbanting itu justru memicu kemarahan seseorang nan berada di dekat sana. Saat Muzakki keluar dari toilet, dia mengaku langsung dikejar oleh orang tersebut. Orang tersebut tak terima lantaran Muzakki masuk ke toilet dengan membanting pintu.

Meski sudah memberikan penjelasan dan permintaan maaf, Muzaki menyebut pelaku tetap emosional. Situasi memanas ketika pelaku disebut melakukan tindakan fisik. Tangan laki-laki itu menutup wajah Muzakki dan mendorongnya hingga terbentur tembok

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan