Istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) Silvia Rinita Harefa membantah melakukan intimidasi ke ibu terdakwa kasus pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) nan dikenal sebagai 'sultan' Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro. Silvia mengaku bakal mempolisikan Bobby mengenai pemberian keterangan tiruan di persidangan.
"Nggak ada saya intimidasi gitu. Jadi poinnya Bobby banyak mendusta di dalam persidangan, perihal nan mini aja dia kudu karang ketidakejujuran kan, sampai saya kudu dibawa-bawa gitu kan. Terus berasas info tersebut, rencananya saya bakal melaporkan ke polisi ketidakejujuran itu," kata Silvia Rinita Harefa di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Silvia mengatakan hanya berkomunikasi sebatas perkenalan dan saling memberikan support saat berjumpa dengan ibu Bobby ketika kunjungan tahanan di Rutan. Dia membantah kesaksian Bobby nan menyebutnya menghubungi ibu Bobby agar Bobby tak mengatakan apapun mengenai perkara ini.
"Aku nggak pernah ngomong, nggak ngomong kayak gitu cuma, 'Mih, udah Mih sebisa mungkin kita saling dukung saling support jangan saling memberatkan, nan udah di dalam udah jika bisa kita bantu agar kita ini kelak semua dapat balasan nan seringan-ringannya'. Udah itu aja," ujarnya.
Noel mengatakan kesaksian Bobby sebagai tuduhan untuknya. Dia membantah pernah menanyakan ke Bobby mengenai 'basah' alias tidaknya praktik penerimaan duit sertifikasi K3.
"Luar biasa ya, dia memfitnah saya. Pertama dia bilang saya meng-apa memulai dari bulan September ya, sedangkan saya dilantik aja bulan Oktober. Pertama itu. Kedua dia bilang saya sudah mengetahui praktik-praktik, apa biaya apa tuh, biaya non-teknis itu. Sedangkan istilah K3 aja saya nggak ngerti," kata Noel di sela skors sidang.
"Kemudian dia acapkali katanya saya nanya bahwa itu basah alias tidak, nih orang ini gila. Dan nan bohong banget itu bahwa saya dituduh mengintimidasi dia lewat orang tuanya," tambahnya.
Noel menyebut Bobby sering mengatasnamakan namanya. Dia menilai Bobby marah lantaran dicopot mengenai praktik pemerasan ini.
"Ya tetap suka main ini praktik ini, kan semua kan laporan ke saya, Pak orang ini praktik. Dan dia selalu menyampaikan bahwa saya orangnya Wamen, saya orangnya Wamen. Saya nggak kenal orang ini saya bilang copot aja bilang. Dan itu bulan Mei saya copot gitu loh. Dan bulan Agustus ditangkap, saya percaya dia nyanyi ini lantaran dia marah lantaran saya copot," ujarnya.
Noel membantah penerimaan dan permintaan duit nan disampaikan Bobby. Dia mengaku bakal meminta jaksa menghadirkan nama-nama nan disebut Bobby di persidangan mengenai permintaan duit tersebut.
"100 persen tidak benar. 100 persen tidak betul gitu. Rp 1 miliar, Rp 50 juta. Saya bilang siapa orangnya? Buktiin dong dibawa ke sidang dong, jangan tidak. Ini lantaran kenapa? Ini bakal menjadi fitnah. Ini kan tempat peradilan, ini penegakan hukum. Panggil atas nama hukum," ujarnya.
Noel mengakui penerimaan Ducati Scrambler warna biru dongker dari Bobby. Namun, Noel membantah pernah meminta Ducati tersebut.
"Ya memang saya terima, saya terima ya seneng ya motor keren juga nih dikasih sama anak ini," kata Noel.
"Nggak pernah minta, dia bilang, dia nanya katanya kegemaran Anda apa, motor ya, kegemaran motor orang ini dahsyat banget saya udah tahu dia punya motor, ini nggak bohong tampangnya beler. Nih birokrat ni tipikal birokrat suka nipu kan, mukanya beler celananya lusuh nggak taunya liat tuh 28 miliar dari 2022 sampai 2023 transaksinya dia beli otomotif gitu loh beli kendaraan-kendaraan mewah," tambahnya.
Lebih lanjut, Noel mengakui menyematkan istilah 'sultan' Kemnaker ke Bobby. Dia berambisi jaksa bakal mengusut dugaan tindak pidana pencucian duit (TPPU) aset Bobby.
"Iya, betul terbukti kan sultan kan anak ini? Pegawai kelas rendahan punya 34 mobil mewah apa itu? Sultan bukan itu?. Bayangkan dalam kurun waktu 2 tahun dia bisa transaksi Rp 28 M. 28 itu kebenaran persidangan kelak saya kasih tau BAP-nya ya saya bawa buat kawan-kawan saya tunjukin tuh. Itu bukan saya ngomong ya itu BAP dan pengakuan ya, bukan saya hasil khayalan saya berpikir bukan gitu loh, bukan dugaan saya itu fakta," ujarnya.
Sebelumnya, Irvian Bobby Mahendro menyatakan menerima intimidasi sejak berada di rumah tahanan (Rutan) KPK. Bobby mengatakan ibunya juga dihubungi istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel).
Hal itu disampaikan Bobby saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026). Bobby bersaksi untuk terdakwa Noel, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025, Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia, serta Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.
Bobby mengatakan saat ini telah dipindah dari Rutan Merah Putih ke Rutan C1 gedung lama KPK. Dia menyebut istri Noel sempat menghubungi ibunya dan menyampaikan agar dia tak mengatakan apa-apa mengenai perkara ini.
"Ada lagi nan menyangkut dengan Terdakwa Immanuel ini nan mau Saudara sampaikan?" tanya jaksa.
"Terkait dengan info tambahan bahwa kemarin saya setelah sidang ini, saya dipindah Rutan, dari rutan Merah Putih saya dipindah ke Rutan C1 dan setelah dari sidang ini hari berikutnya adalah kunjungan. Dari kunjungan tersebut, orang tua saya dateng, ibu saya datang, dan menyampaikan bahwa beliau dihubungi oleh istri Saudara Immanuel dan meminta bahwa saya untuk tidak ngomong apa-apa," jawab Bobby.
Bobby mengaku menyampaikan ke ibunya bahwa dia bakal menyampaikan kejadian sebenarnya mengenai perkara ini di hadapan majelis hakim. Bobby mengaku sudah menerima intimidasi sejak berada di Rutan.
"Saya sampaikan ke ibu saya, bahwa 'mama tenang aja saya bakal menyampaikan apa yang, kebenaran nan sebenar-benarnya bakal saya sampaikan di depan majelis nan terhormat ini'. Jadi tekanan dan intimidasi nan diterima oleh saya sudah mulai dari sejak saya berada di Rutan," ujar Bobby.
(mib/lir)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·