Istana: Prabowo Punya Hubungan Baik dengan Putin, Trump & Xi Jinping

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari menyebut Presiden Prabowo Subianto merupakan figur Presiden nan unik di kancah internasional. Hal ini lantaran dia bisa mempunyai hubungan baik dengan para pemimpin negara-negara besar nan selama ini menjadi kekuatan utama dunia.

Qodari menyebut Prabowo mempunyai kedekatan hubungan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, hingga Presiden China Xi Jinping.

"Bapak Presiden Prabowo adalah figur nan unik, mungkin satu-satunya di bumi nan bisa mempunyai hubungan nan sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya. Beliau punya hubungan nan baik dengan Presiden Putin dari Rusia, dengan Presiden Donald Trump dari AS, maupun dengan Xi Jinping dari RRC," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bilang kedekatan Prabowo dengan pemimpin-pemimpin bumi ini menjadi modal krusial bagi pemerintah Indonesia di tengah kondisi geopolitik nan kian memanas.

"Semua ini tentu kita rasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini maupun pada konteks masa depan," ujarnya.

Awalnya, Qodari menjelaskan soal rumor Prabowo tak jadi ke Italia usai kunjungan kerja dari Prancis. Ia bilang bahwa kunjungan kerja tersebut memang tidak ada dalam jadwal.

"Terkait dengan rumor presiden ke negara lain selain Prancis. nan pertama, sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa presiden bakal ke Italia. nan kedua, agenda resmi memang hanya ke Prancis," ujarnya.

Qodari menyampaikan, andaikan dalam perjalanan terdapat rencana tambahan ke negara lain, perihal tersebut tetap sebatas rencana hingga diumumkan secara resmi oleh pemerintah.

"Yang ketiga, jika di perjalanan ada rencana bakal ke tujuan nan lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," ujarnya

Lebih lanjut, Qodari menjelaskan tujuan dari Prabowo ke Prancis adalah jawaban dari kunjungan Macron sebagai state visit Indonesia pada tahun sebelumnya sebagai bentuk kerjasama antar negara di bagian pertahanan, pendidikan, dan juga energi.

"Di luar itu dapat ditambahkan bahwa memang kita semua mengetahui bahwa ada hubungan individual nan sangat kuat antara kedua kepala negara, dan kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan modal-modal nan lain, baik itu modal ekonomi maupun modal politik dalam perihal membangun hubungan baik dan kerja sama antar negara," katanya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance