Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto nan mengaku empat kali tidak memperoleh mandat dalam pemilihan presiden, namun tidak pernah mengganggu pemimpin nan terpilih.
Menurut Prasetyo, Prabowo mau menegaskan komitmennya terhadap proses kerakyatan dan menghormati hasil pemilu sebagai konsensus bernegara.
Saat ditanya mengenai pernyataan Prabowo nan menyebut dirinya empat kali kalah dalam pemilu, Prasetyo meluruskan bahwa istilah nan digunakan Prabowo bukanlah kalah, melainkan belum memperoleh mandat dari rakyat.
"Bukan kalah, belum diberikan mandat. Makanya waktu beliau menyampaikan nggak ada nan tepuk tangan, nggak ada nan ketawa kita tidak menggunakan bahasa kalah," kata Prasetyo di JCC, Jakarta, Jumat (26/6).
Prasetyo juga membantah dugaan bahwa pernyataan tersebut merupakan sindiran lantaran merasa ada pihak nan mengganggu pemerintahan saat ini.
"Oh tidak, tidak. Jadi konteksnya nan mau beliau sampaikan bahwa perhelatan pemilu lima tahunan itu adalah konsensus kita bersama-sama dari kita menyepakati kita bernegara, kita memilih demokrasi. Kemudian bentuk dari kerakyatan itu adalah kita kudu memilih pemimpin di setiap lima tahunan nan itu wujudnya adalah dalam corak pemilu," ujarnya.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo sejak awal memilih menempuh jalur politik sesuai sistem kerakyatan nan bertindak setelah mengakhiri kariernya di bumi militer.
"Kalau kerabat perhatikan ya beliau selepas pensiun alias selesai mengabdikan diri di bumi militer, beliau menjadi pengusaha, kemudian lantaran beliau mengerti memang konsensusnya seperti itu, beliau masuk ke politik. Berjuang melalui jalur politik. Tahun 2004 beliau berjuang melalui Partai Golkar, kemudian tahun 2008 beliau mendirikan partai," jelasnya.
Ia menuturkan, Prabowo mengikuti seluruh sistem kerakyatan dengan mendirikan partai politik dan acapkali menawarkan diri kepada rakyat untuk memperoleh mandat.
"Mengikuti semua sistem dan konsensus nan memang sudah kita sepakati. Mendirikan partai politik, maju, menawarkan diri kepada masyarakat untuk meminta mandat dari masyarakat. Memang pertama belum berhasil, minta mandat lagi belum berhasil, sampai empat kali dan 2024 beliau diberi amanah oleh rakyat Indonesia melalui sistem pemilu nan sah dan konstitusional," katanya.
Prasetyo menambahkan, mandat nan akhirnya diberikan rakyat pada Pemilu 2024 menjadi argumen Presiden Prabowo bekerja keras menjalankan pemerintahan.
"Dan oleh lantaran itulah beliau betul-betul dalam dua tahun ini bekerja keras bayar perjuangan selama belum diberi mandat, lantaran diberi mandat kita berikan nan terbaik bagi seluruh masyarakat bangsa dan negara," pungkas Prasetyo.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·