Istana Buka Suara Soal Nama Raffi Ahmad di Pusaran Kasus Bea Cukai

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi angkat bunyi usai nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda, Raffi Ahmad terseret dalam kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Pras, sapaan akrabnya, membujuk semua pihak berkonsentrasi dan bekerja sama pada pemulihan ekonomi nasional. Sebab, kata Pras, kondisi ekonomi saat ini dipengaruhi beragam faktor.

Pras tak menjawab tegas dan spesifik soal kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga mari kita saling berdampingan tangan, saling merapatkan eh barisan, saling bekerja sama satu sama lain untuk memperkuat ekonomi kita. Itu dulu," kata dia di kompleks parlemen, Selasa (9/6).

Raffi sendiri telah membantah tuduhan keterlibatannya dalam dugaan korupsi importasi tersebut.

Ia malah menyatakan sudah terbiasa disebut-sebut dalam persoalan nan terjadi, meskipun sesungguhnya tidak pernah terlibat.

"Itu tidak benar," kata Raffi Ahmad di Jakarta. "Oh ya, sudah biasa. Saya pernah dibawa dalam pencucian duit lah, ini lah."

"Tapi nan pasti, jika ini, saya tidak pernah ada transaksi dan tidak pernah memesan, menerima pun tidak," dia menegaskan seperti diberitakan detikcom, Selasa (9/6).

KPK sebelumnya menyebut nama Raffi terseret usai sempat berjamu ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS) untuk menitip alias mengirimkan sejumlah peralatan elektronik ke Indonesia, seperti iPhone 17.

Kendati demikian, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengaku belum mengembangkan kebenaran tersebut lebih lanjut dalam dalam investigasi kasus di Bea Cukai.

"Betul, ada kebenaran kerabat RA [Raffi Ahmad] itu menitip," katanya.

Nama Raffi pertama kali muncul pada persidangan nan berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (5/6) dalam perkara dengan terdakwa Pimpinan Blueray Cargo (Grup) John Field dan kawan-kawan.

Awalnya, jaksa KPK menanyakan kepada saksi Sri Pangestuti namalain Tuti selaku Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) mengenai permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari AS ke Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Yohanes, nan merupakan asisten pribadi John Field, saat Raffi mengunjungi Kantor Blueray Cargo di AS.

Nama Raffi juga tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yohanes. Hal itu sempat ditanyakan jaksa dalam persidangan pada Rabu (20/5).

"Di BAP Nomor 108, ini ada titipan kargo di Bali atas nama Raffi Ahmad melalui Nelwan pegawai Blueray Jakarta perwakilan Amerika Serikat. Dia ada nitip laptop sama hp, gimana ini saksi?" tanya jaksa.

Yohanes lantas menjelaskan bahwa Nelwan merupakan Kepala Divisi Blueray Cargo di AS. Saat itu, Raffi sedang berlibur.

John Field dan kedua anak buahnya nan berjulukan Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri didakwa menyuap beberapa pejabat pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan duit sejumlah Rp61 miliar dan pemberian akomodasi intermezo dan peralatan mewah senilai Rp1,8 miliar.

Penerima suap terdiri dari Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Rizal; Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono; dan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan.

Belakangan, Raffi menggandeng pengacara Hotman Paris sebagai langkah norma setelah disebut dalam kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai nan menyeret nama presenter kondangan tersebut.

Dalam unggahan di media sosial berbareng Hotman Paris, Selasa (9/6), Raffi Ahmad memberikan peringatan kepada pihak nan memberitakan perihal nan "jauh dari cerita sebenarnya."

"Mr. @hotmanparisofficial berbicara ... Hati Hati Untuk nan membikin buletin nan jauh dari cerita sebenrnya / kesaksian nan keliru / menjadi hoax nan keterlaluan bisa terkena pencemaran nama baik. Sampai berjumpa hari KAMIS," tulis Raffi Ahmad.

(thr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional