Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers mengenai perkembangan capaian dan rencana ke depan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bagian kesehatan Presiden Prabowo di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta,( ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.)
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) membantah adanya penggelembungan anggaran pengadaan jasa hemodialisis di RSUD KH Muhammad Thohir Krui atau RS Krui di Pesisir Barat, Lampung nan viral di media sosial.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman menjelaskan maksud Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai dengan pengadaan senilai Rp30 miliar saat berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian RSUD tersebut, minggu lampau merupakan nilai total pengadaan perangkat kesehatan (Alkes) untuk setiap 66 RSUD. Pengadaaan alkes itu, kata dia, masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC), alias Quick Win.
“Masing-masing RSUD bakal mendapatkan support alkes canggih senilai lebih dari Rp 30 miliar dari program SIHREN (Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network). Alat tersebut termasuk cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan lain-lain. RSUD Krui sendiri mendapatkan support sekitar Rp 31.7 miliar tahun ini untuk pengadaan perangkat canggih tersebut. Angka ini bukan hanya untuk jasa HD,” kata Aji dalam keterangannya, Sabtu (20/6).
Aji berambisi masyarakat tidak termakan hoaks alias narasi soal penggelembungan harga. Selain itu, sambung dia, setiap RSUD bakal mendapatkan support perangkat kesehatan mendasar dengan kisaran Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.
Dijelaskan Aji, RSUD Krui mendapatkan support sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan 2026. Pengadaan alkes tersebut meliputi bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, USG, serta ventilator untuk jasa dewasa, anak, dan anestesi.
Lalu, untuk bed ICU set, isambung Aji, ada nstrument general surgery, instrument sectio caesaria, mobile X-Ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, infusion pump, serta beragam perangkat penunjang pelayanan kegawatdaruratan dan ruang operasi.
"Sehingga totalnya RSUD Krui bakal mendapatkan support alkes senilai Rp56.7 miliar," ucapnya.
Ia mengatakan penguatan RSUD Krui Pesisir Barat di Lampung diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Diharapkan masyarakat Pesisir Barat dapat memperoleh jasa kesehatan nan lebih komplit tanpa kudu banyak dirujuk ke luar daerah. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·