Israel Serang Beirut Jelang Perdamaian AS-Iran, Trump Murka ke Netanyahu

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato nan disiarkan televisi mengenai bentrok Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP

Israel melancarkan serangan ke wilayah Beirut, Lebanon, pada Minggu (14/6) pagi waktu setempat. Serangan ini terjadi di tengah upaya Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai, nan memicu kemarahan Presiden Donald Trump.

Trump mengatakan, serangan ini telah menyebabkan tertundanya penandatanganan kesepakatan dengan Iran.

"Hal itu mengacaukan semuanya. Penandatanganan tertunda beberapa jam. Seharusnya sekarang. Sekarang dijadwalkan beberapa jam lagi," ujar Trump melalui sambungan telepon kepada Axios, dilansir AFP.

Seorang wanita melangkah melewati gedung nan rusak di letak serangan Israel nan dilakukan pada 8 April, di Corniche al-Mazraa di Beirut, Lebanon, (13/4/2026). Foto: Zohra Bensemra/REUTERS

Trump mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas serangan di Beirut.

"Ini sangat buruk, saya tidak percaya. Satu jam sebelum kita semestinya menandatangani kesepakatan itu," tuturnya.

Dengan menggunakan serangkaian kata-kata kasar, Trump mengaku marah kepada Netanyahu setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut dan menewaskan tiga orang.

"Kenapa Bibi (Netanyahu) kudu melakukan serangan sialan itu," ungkap Trump.

"Saya sangat marah. Saya sudah memberitahunya. Dia tidak punya logika sehat sama sekali. Saya sudah memberitahunya perihal itu," lanjutnya.

Sebelumnya, Trump menyatakan kesepakatan awal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah bakal ditandatangani pada Minggu. Menurut dia, kesepakatan bakal disertai pembukaan kembali Selat Hormuz nan selama berbulan-bulan menjadi titik panas konflik.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan