Israel Sedang Cari 'Musuh' Baru, Raksasa NATO Ini Jadi Targetnya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan diplomatik di Timur Tengah kembali memanas setelah Pemerintah Turki melontarkan tuduhan serius terhadap Israel. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyebut bahwa Israel saat ini tengah berupaya menjadikan negaranya sebagai sasaran permusuhan baru di area tersebut.

Mengutip AFP, Fidan menyatakan dalam sebuah wawancara televisi dengan instansi buletin resmi Anadolu bahwa Israel merupakan negara nan tidak bisa hidup tanpa mempunyai musuh. Saat ini, Israel mencoba menggambarkan Turki sebagai salah satunya.

"Setelah Iran, Israel tidak bisa hidup tanpa musuh," kata Fidan dalam wawancara tersebut dikutip Selasa (14/4/2026).

Ketegangan antara Ankara dan Tel Aviv memang terus menunjukkan eskalasi nan stabil sejak pecahnya perang di Gaza pascaserangan lintas pemisah Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 silam. Namun, situasi sekarang memasuki fase nan lebih mengkhawatirkan menyusul perkembangan konfrontasi regional nan melibatkan kekuatan besar lainnya.

Perselisihan ini memasuki babak baru sepanjang akhir pekan lampau setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan peringatan keras kepada mitranya dari Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Erdogan memperingatkan adanya kemungkinan provokasi dan sabotase nan dapat membahayakan kesepakatan gencatan senjata awal dalam perang antara AS-Israel melawan Iran.

Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan posisi negaranya pada Sabtu lampau dengan berjanji bahwa Israel bakal terus melakukan konfrontasi terhadap Teheran beserta seluruh sekutu regionalnya di Timur Tengah. Menanggapi dinamika tersebut, Fidan mengungkapkan bahwa pihaknya memandang adanya pergeseran sikap di internal politik Israel nan sekarang mulai menyasar Turki secara terang-terangan.

"Kami memandang bahwa tidak hanya pemerintahan Netanyahu tetapi juga beberapa tokoh di oposisi, meskipun tidak semua, sedang berupaya untuk menyatakan Turki sebagai musuh baru," ujar Fidan.

Lebih lanjut, Fidan menekankan bahwa tren negatif ini bukan sekadar retorika politik sesaat. Melainkan, sudah mulai mengakar ke dalam kebijakan resmi negara Israel dalam menghadapi peta kekuatan di wilayah tersebut.

"Ini adalah perkembangan baru di Israel, nan berubah menjadi sebuah strategi negara," pungkasnya.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News