Israel Kini Ketakutan, Ada 'Jalur Sutera' Baru Arab Saudi-Turki

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel dilaporkan mulai ketakutan. Hal ini mengenai "jalur sutera" baru nan menghubungkan Teluk hingga Eropa melalui Arab Saudi, Yordania, Suriah dan Turki.

Para pejabat Israel dilaporkan melobi pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menentang usulan itu. Menurut laporan tersebut, dikutip Middle East Monitor (MEMO) Jumat (26/6/2026), tokoh-tokoh senior dalam koalisi pemerintahan Israel telah meningkatkan kontak dengan para pejabat di Washington dalam upaya membujuk pemerintah AS untuk melakukan intervensi terhadap inisiatif tersebut.

Laporan tersebut menyatakan bahwa para pejabat Israel percaya koridor tersebut dapat melemahkan posisi strategis dan ekonomi Israel dengan mengalihkan arus perdagangan regional dari prasarana Israel. Para pejabat Israel dalam obrolan dengan AS beranggapan bahwa proyek tersebut juga dapat berakibat negatif terhadap kepentingan mitra utama Amerika, termasuk India dan Israel.

Laporan juga menyatakan bahwa para kreator kebijakan Israel cemas inisiatif ini dapat memperkuat kerja sama ekonomi di antara negara-negara regional nan kebanyakan penduduknya Sunni. Sehingga menciptakan keselarasan geopolitik baru nan bakal mengurangi pengaruh regional Israel.

"Beberapa pejabat Israel percaya koridor tersebut dapat mengurangi kepentingan strategis Pelabuhan Haifa dan bersaing dengan inisiatif transportasi nan sebelumnya dipromosikan oleh Amerika Serikat dalam kemitraan dengan India dan Uni Emirat Arab (UEA)," tulis laporan lagi.

Penolakan telah mendapat support dari beberapa personil parlemen Partai Republik dan tokoh politik di Washington.

Menurut laporan tersebut, instansi kongres menerima sejumlah pesan dari perseorangan nan diidentifikasi sebagai pendukung pro-Israel nan menyatakan keprihatinan bahwa koridor nan diusulkan dapat melemahkan posisi regional Israel dan mempengaruhi kepentingan strategis AS nan lebih luas di Timur Tengah.

Baik pemerintah Israel maupun Gedung Putih belum memberikan komentar terbuka mengenai upaya lobi nan dilaporkan tersebut. Rincian koridor perdagangan nan diusulkan, termasuk pendanaan, agenda penyelenggaraan dan negara-negara peserta, belum diumumkan secara resmi.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News