Iran Tolak Perundingan Damai dengan AS Jika Lebanon Masih Diserang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Militer Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026), sehari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Foto: KAWNAT HAJU/AFP

Iran dan Amerika Serikat bakal melakukan negosiasi tenteram di Pakistan pada Sabtu (11/4). Namun, perundingan itu terancam batal jika serangan Israel ke Lebanon tetap terjadi.

Dikutip dari Aljazeera Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut gencatan senjata di Lebanon kudu dilakukan sebelum perungdingan itu dimulai.

Selain itu, Ghalibaf juga mengatakan aset Iran nan dibekukan kudu dibebaskan jika mau perundingan berjalan.

“Dua dari langkah-langkah nan disepakati berbareng antara kedua pihak belum diimplementasikan: gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran nan diblokir sebelum dimulainya negosiasi,” kata Ghalibaf di X nan dikutip Aljazeera, Jumat (10/4).

“Kedua perihal ini kudu dipenuhi sebelum negosiasi dimulai,” tambahnya.

Hal nan sama juga ditekankan Menteri Luar Negeri Iran Araghchi saat panggilan telepon dengan duta besar Iran nan ditunjuk untuk Lebanon, Mohammad Reza Shibani. Ia mengatakan AS kudu memenuhi komitmen gencatan senjata, nan menurutnya termasuk memastikan gencatan senjata mencakup Lebanon.

Ia mengutuk serangan Israel nan terus bersambung di Lebanon, nan menurutnya kudu diakhiri sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan