Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dan Iran.(Dok. Anadolu Agency)
KEMENTERIAN Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa upaya mencapai kesepakatan tenteram dengan Amerika Serikat (AS) saat ini menemui jalan buntu. Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa tuntutan nan berlebihan dari pihak Washington menjadi halangan utama dalam proses perundingan tersebut.
Dalam keterangannya pada Selasa (20/10/2026), Baqaei menegaskan bahwa pesan-pesan nan diterima Teheran dari Washington sejauh ini dinilai tidak memadai. "Tuntutan nan berlebihan," ujar Baqaei saat menjelaskan aspek nan mengganggu proses diplomasi antara kedua negara. Ia menambahkan bahwa komunikasi dari AS dianggap "tak cukup dan tak lengkap" untuk memenuhi ekspektasi perdamaian nan stabil.
Tujuh Syarat Teheran
Di tengah kebuntuan ini, Iran menyatakan bakal tetap teguh pada tujuh syarat nan telah diajukan sebelumnya. Syarat-syarat tersebut dirancang sebagai pedoman untuk meredakan ketegangan di area strategis, termasuk Selat Hormuz, dan mengakhiri konfrontasi terbuka dengan Amerika Serikat.
Beberapa poin krusial dalam tujuh syarat tersebut meliputi:
- Pencabutan blokade laut secara menyeluruh.
- Penghentian permusuhan di semua garis depan pertempuran.
- Langkah-langkah de-eskalasi di wilayah perairan Selat Hormuz.
Kronologi Eskalasi dan Kegagalan Nota Kesepahaman
Hubungan kedua negara terus memburuk menyusul serangkaian kejadian militer sepanjang tahun ini. Berdasarkan info nan dihimpun, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel sempat melancarkan serangan campuran ke sejumlah sasaran di wilayah Iran. Aksi tersebut memicu serangan jawaban langsung dari Teheran, nan memperparah situasi keamanan regional.
Upaya diplomasi sebenarnya sempat menunjukkan titik terang pada pertengahan Juni lalu. Saat itu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai penghentian permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak memperkuat lama lantaran kedua belah pihak kembali terlibat dalam tindakan saling serang tak lama setelah arsip diteken.
Catatan Konflik AS-Iran (2026):
| 28 Februari | Serangan campuran AS-Israel ke Iran & jawaban Teheran. |
| Pertengahan Juni | Penandatanganan MoU penghentian permusuhan (gagal dipertahankan). |
| Oktober (Terkini) | Kemlu Iran sebut tuntutan AS berlebihan dan menghalang damai. |
Hingga saat ini, perseteruan antara Washington dan Teheran tetap belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian konkret. Ketidaksepakatan mengenai perincian teknis pencabutan hukuman dan agunan keamanan di Selat Hormuz tetap menjadi titik api nan menjaga tensi di Timur Tengah tetap tinggi. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·