Rudal Iran(SCMP)
Iran membantah klaim Amerika Serikat nan menyebut sistem pertahanannya telah dihancurkan. Teheran pada Kamis (11/6) menegaskan bahwa angkatan bersenjata negara tersebut tetap “sepenuhnya siap” dan bisa menghadapi beragam ancaman.
Menurut laporan penyiar negara Iran, IRIB, ahli bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, menolak klaim bahwa keahlian pertahanan negaranya telah melemah.
“Jangan terpaku pada klaim musuh; nan krusial adalah realita di medan perang,” kata Shekarchi.
Ia menyatakan bahwa Iran terus memperkuat keahlian militer meskipun menghadapi ancaman nan berkepanjangan dan saat ini “lebih kuat secara militer dibandingkan pada awal” perang, nan menurutnya dipaksakan terhadap negara tersebut.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militer Iran telah dihancurkan melalui serangan udara nan dilakukan oleh Washington dan Tel Aviv.
Shekarchi juga membantah klaim bahwa persediaan rudal Iran telah menipis. Menurut dia, tuduhan semacam itu bermaksud untuk mengumpulkan info mengenai keahlian militer Iran.
“Kami selalu mengatakan bahwa kami siap, dan musuh telah merasakan kesiapan tersebut di medan perang,” ujar Shekarchi.
Juru bicara tersebut mengakui bahwa Iran mengalami sejumlah kerugian, namun menegaskan bahwa pasukan Iran telah menimbulkan kerugian nan lebih besar terhadap pasukan Amerika Serikat.
Ia juga kembali menegaskan support Iran terhadap Hizbullah di Libanon. Menurut Shekarchi, apa nan disebut sebagai “poros perlawanan” tetap berasosiasi dalam menghadapi Israel dan para sekutunya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penutupan Selat Bab al-Mandab, Shekarchi mengatakan bahwa Iran mempunyai “banyak rencana” dan bakal mengungkapkan opsi nan dimilikinya andaikan diperlukan. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·