Iran Respons AS Blokade Selat Hormuz, Beri Warning Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran memberi respons soal langkah Amerika Serikat (AS) nan bakal memblokade Selat Hormuz, perairan lampau lintas 20% minyak dunia. Ketua parlemen Iran, nan memimpin perundingan perdamaian dengan AS di Pakistan, mengatakan bahwa negaranya tidak bakal menyerah pada ancaman tersebut.

"Jika mereka melawan, kami bakal melawan, dan jika mereka mengusulkan argumen logis, kami bakal menghadapinya dengan logika," tegas Mohammad Bagher Ghalibaf, di Teheran usai kembali dari Islamabad, Pakistan, dimuat AFP, Senin (13/4/2026).

"Kami tidak bakal tunduk pada ancaman apa pun, biarkan mereka menguji tekad kami sekali lagi sehingga kami dapat memberi mereka pelajaran nan lebih besar," tambahnya.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berjumpa dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, menjelang pertemuan delegasi dari Amerika Serikat dan Iran untuk mengadakan pembicaraan perdamaian, di Islamabad, Pakistan, 11 April 2026. Kantor Perdana Menteri Pakistan/Handout via REUTERSFoto: Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berjumpa dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, menjelang pertemuan delegasi dari Amerika Serikat dan Iran untuk mengadakan pembicaraan perdamaian, di Islamabad, Pakistan, 11 April 2026. (Kantor Perdana Menteri Pakistan/Handout via REUTERS)

Sementara itu, Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan bahwa keamanan Iran telah sepenuhnya mengendalikan jalur pelayaran sempit di Selat Hormuz. Mereka apalagi telah memperingatkan bahwa musuh bakal "terjebak dalam pusaran maut" jika terjadi kesalahan perhitungan.

"Semua lampau lintas... berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata," kata komando angkatan laut IRGC dalam unggahan berkata Persia di X.

"Musuh bakal terjebak dalam pusaran maut di Selat jika melakukan kesalahan," tambahnya, sembari mengunggah video nan menunjukkan kapal-kapal dalam bidikan.

Dalam pernyataan terpisah nan dirilis oleh instansi humas IRGC, komando angkatan laut pasukan tersebut juga menegaskan bahwa "bertentangan dengan klaim tiruan beberapa pejabat musuh", Selat Hormuz tetap" terbuka untuk lampau lintas kapal sipil tanpa membahayakan, sesuai dengan peraturan unik nan relevan".

Pernyataan itu tidak memberikan rincian tentang sifat patokan tersebut, tetapi menambahkan bahwa "kapal militer mana pun nan bermaksud mendekati Selat Hormuz dengan dalih apa pun bakal dianggap melanggar gencatan senjata dan bakal ditindak tegas".

Sebelumnya, dalam pernyataannya di platform Truth Social, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS bakal segera memulai proses blokade terhadap kapal-kapal nan melintas di jalur strategis tersebut.

"Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat bakal memblokade semua kapal nan mencoba masuk alias keluar dari Selat Hormuz," ujarnya, seperti dikutip CNBC International, Senin.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi blokade bakal mulai diberlakukan pada Senin pukul 10 pagi waktu setempat. Namun, penerapan di lapangan disebut lebih terbatas dibanding pernyataan awal Trump, di mana kapal nan menuju pelabuhan non-Iran tetap diizinkan melintas.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News