Iran Pastikan AS Hancurkan Makna Gencatan Senjata

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Iran Pastikan AS Hancurkan Makna Gencatan Senjata bendera AS dan Iran(X)

KEMENTERIAN Luar Negeri Iran, Kamis (11/9), menyatakan serangan terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap negara itu secara efektif telah membikin gencatan senjata nan diumumkan pada 8 April lampau menjadi "tidak bermakna". Teheran juga memperingatkan bahwa Washington bakal bertanggung jawab atas akibat dari eskalasi nan terjadi.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengecam keras apa nan disebutnya sebagai serangan besar-besaran AS terhadap Iran pada malam sebelumnya.

Teheran menilai serangan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan prinsip-prinsip dasar norma internasional.

"Serangan terlarangan dan pidana nan dilakukan Amerika Serikat dalam beberapa jam terakhir tidak hanya merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB dan aturan-aturan mendasar norma internasional mengenai penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara, tetapi juga secara efektif telah membikin gencatan senjata 8 April 2026 menjadi tidak bermakna," demikian bunyi pernKementerian Luar Negeri Iran juga mengkritik penggunaan wilayah dan akomodasi sejumlah negara di area oleh militer AS untuk mempersiapkan dan melancarkan serangan terhadap Iran. Menurut Teheran, tindakan tersebut menempatkan negara-negara itu "berada di pihak para agresor".

Iran kembali menegaskan bahwa seluruh negara di area mempunyai tanggung jawab norma dan moral untuk mencegah wilayah, fasilitas, dan sumber daya mereka digunakan sebagai pedoman serangan terhadap Iran.

Dalam pernyataannya, Teheran menekankan bahwa Iran tetap berkeinginan untuk menetralisasi sumber-sumber serangan terhadap negaranya dan bakal menggunakan apa nan disebut sebagai "hak melekat untuk memihak diri" dalam menghadapi agresi militer AS dan para sekutunya.

Kementerian tersebut juga menyerukan kepada seluruh negara personil PBB untuk secara tegas menentang apa nan disebutnya sebagai pelanggaran Piagam PBB oleh AS dan Israel.

Iran memperingatkan bahwa sikap tak bersuara dan tidak bertindak hanya bakal memperburuk ketidakstabilan dan ketidakamanan global. Selain itu, Iran mendesak Dewan Keamanan PBB dan negara-negara anggotanya untuk menjalankan tanggung jawab dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Teheran juga meminta Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres agar menyampaikan secara jelas fakta-fakta mengenai perkembangan situasi nan sedang berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa publikasi pernyataan nan berkarakter umum alias ambigu di tengah apa nan disebut sebagai "tindakan agresi nan jelas" hanya bakal mendorong terjadinya pelanggaran norma internasional lebih lanjut. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia