
Iran dapat memperpanjang bentrok dengan AS hingga masa kedudukan Presiden Donald Trump berakhir. (Foto; Reuters)
TEHERAN - Seorang jenderal senior Iran menyatakan bahwa negara itu bisa memperkuat dalam bentrok bersenjata berkepanjangan melawan Amerika Serikat (AS), apalagi jika bentrok tersebut berjalan hingga akhir masa kedudukan Donald Trump.
Dalam sebuah wawancara dengan PBS pada Selasa (11/8/2026), Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengungkapkan keyakinannya bakal keahlian Teheran untuk mempertahankan konfrontasi jangka panjang dengan AS. Pernyataannya disampaikan di tengah laporan media mengenai tekanan terhadap stok amunisi AS dan menurunnya moral pasukan Amerika nan dikerahkan di Timur Tengah.
Tujuan Teheran adalah “mencapai daya tangkal agar musuh tidak pernah berani menyerang kita, sehingga kita bisa hidup dengan aman,” ujar Naqdi kepada penyiar AS tersebut saat ditanya apakah para komandan Iran beriktikad “memperpanjang” bentrok hingga Trump tidak lagi menjabat.
“Salah satu caranya adalah dengan memperpanjang perang ini hingga masa kedudukan presiden berikutnya dan menyebabkan pengurasan kekuatan lawan, sehingga jika ada pihak lain nan mau menyerang Iran, mereka bakal menyadari adanya akibat nan kudu ditanggung,” ujarnya, sebagaimana dilansir RT.
Trump melancarkan kampanye pengeboman selama 40 hari terhadap Iran pada akhir Februari. Meskipun kehilangan sejumlah pejabat senior, pemerintah di Teheran tetap memegang kendali atas negara tersebut dan membalas dengan serangan terhadap akomodasi militer AS di area itu, sembari memberikan tekanan ekonomi terhadap sekutu Washington dan pasar global.
Konflik ini semakin tidak terkenal di kalangan pemilih AS, sehingga menimbulkan kekhawatiran di antara personil Partai Republik menjelang pemilihan umum sela bulan November.
Trump silih berganti melontarkan ancaman eskalasi militer lebih lanjut dan klaim bahwa Iran telah melemah hingga ke titik di mana mereka nyaris menerima kesepakatan tenteram nan menguntungkan Washington. Pada Rabu (12/8/2026), dia menyatakan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran—yang diberlakukan pada bulan April—telah banyak disebut sebagai “tembok baja” dan bahwa Teheran “tidak mempunyai uang.”
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·