
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
TEHERAN - Iran dan Oman telah menyepakati rute bagi kapal-kapal nan melintasi Selat Hormuz dan sedang memfinalisasi pengaturan untuk pengelolaan berbareng jalur pelayaran tersebut, demikian disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran.
"Koordinat geografis rute nan direncanakan oleh kedua belah pihak telah disepakati. Jika tidak ada pihak ketiga tertentu nan menghalang proses ini, pernyataan berbareng kedua negara—yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepakatan—juga sedang dalam tahap peninjauan dan penyusunan akhir," ujar ahli bicara Esmaeil Baqaei pada Rabu (5/8/2026), sebagaimana dilaporkan instansi buletin pemerintah IRNA.
Menurut laporan tersebut, Baqaei mengatakan kepada para wartawan bahwa pembicaraan dengan Oman terus mengalami kemajuan. Namun, dia menegaskan bahwa meskipun kesepahaman telah tercapai, perihal itu tidak berfaedah selat tersebut otomatis menjadi kondusif bagi semua kapal nan melintas.
"Faktor-faktor nan menyebabkan Selat Hormuz menjadi tidak kondusif tetap ada, nan berasal dari pihak Amerika Serikat—khususnya blokade angkatan laut serta tindakan garang dan menakut-nakuti lainnya terhadap Iran dan kepentingan-kepentingannya," ujarnya.
"Otoritas nan berkuasa di negara kami telah meninjau proposal tersebut dari beragam aspek, ialah teknis, hukum, keamanan, dan lingkungan," ujar Baqaei.
Ia menggambarkan perundingan tersebut berjalan secara "profesional" dan "produktif", seraya menambahkan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati koordinat geografis untuk rute nan diusulkan.
Iran telah terlibat bentrok dengan Amerika Serikat (AS) sejak Februari, saat AS dan Israel melancarkan serangan campuran terhadap Teheran. Iran membalas dengan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal terhadap negara-negara Teluk nan menampung aset-aset AS.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·