Iran Beri Label "Pangkalan Musuh" ke Negara Arab Ini, Ancam Bombardir

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Iran makin gencar menyudutkan Uni Emirat Arab (UEA) dalam narasi perang mereka dan melayangkan peringatan keras bakal adanya serangan nan lebih mematikan. Teheran menakut-nakuti bakal menggempur negara tersebut jika Amerika Serikat dan Israel kembali melanjutkan serangan mereka terhadap Iran.

Mengutip Al Jazeera, ketegangan ini memuncak setelah personil komisi keamanan nasional parlemen Iran, Ali Khezrian, secara resmi mencabut status "tetangga" bagi UEA. Iran sekarang memandang negara Arab tersebut sebagai ancaman nyata bagi keamanan nasional mereka.

"Label 'tetangga' kami dengan Emirat untuk saat ini telah dicabut, dan label "pangkalan musuh" telah ditetapkan untuk negara tersebut," ujar Khezrian dalam wawancara dengan televisi pemerintah awal pekan ini.

Sentimen serupa juga ditegaskan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dari angkatan bersenjata Iran. Komando campuran nan dipimpin oleh jenderal-jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tersebut memperingatkan para pemimpin Emirat agar tidak menjadikan wilayah mereka sebagai sarang kekuatan militer asing.

"Mereka tidak boleh mengubah negara mereka menjadi sarang bagi Amerika dan Zionis serta pasukan militer dan peralatan mereka untuk mengingkari bumi Islam dan Muslim," tegas pernyataan resmi komando campuran tersebut seminggu nan lalu.

Iran menilai hubungan militer, politik, dan intelijen UEA nan semakin dalam dengan AS dan Israel telah berkontribusi pada ketidakamanan regional. Teheran pun menakut-nakuti bakal memberikan jawaban nan bakal memicu penyesalan mendalam jika serangan terhadap pulau-pulau dan pelabuhan selatan Iran kembali terjadi.

Di sisi lain, UEA tidak tinggal tak bersuara dan berulang kali mengutuk serangan Iran. Pemerintah UEA menegaskan bahwa mereka mempunyai kewenangan untuk merespons, termasuk melalui langkah militer, serta telah mengambil langkah tegas dengan memutus visa bagi penduduk Iran dan menutup beragam jaringan upaya serta jalur perdagangan Iran di wilayahnya.

Hubungan nan memburuk ini berakibat signifikan pada ekonomi Iran, mengingat banyak peralatan impor dari pasar ketiga, termasuk China, nan biasanya masuk melalui pelabuhan Emirat. Sebagai akibat dari blokade angkatan laut AS dan lonjakan inflasi pangan, Teheran sekarang berupaya mencari jalur darat pengganti melalui Pakistan, Irak, dan Turki.

Fokus Iran terhadap UEA juga dipicu oleh kehadiran militer AS nan signifikan di pangkalan udara al-Dhafra serta kerja sama intelijen dengan Israel sejak penandatanganan Abraham Accords pada 2020. Bahkan, Duta Besar AS Mike Huckabee mengonfirmasi bahwa Israel telah mengirimkan teknologi pertahanan rudal Iron Dome beserta personelnya ke UEA sebagai bagian dari hubungan luar biasa kedua negara.

Sementara itu, penasihat Presiden UEA, Anwar Gargash, menyatakan bahwa serangan Iran terhadap tetangga Arabnya justru bakal memperkuat hubungan antara Israel dan negara-negara nan mempunyai ikatan diplomatik dengannya. UEA menegaskan bahwa kemitraan pertahanan internasional mereka adalah masalah kedaulatan murni dan menuduh Teheran mencoba menyesatkan organisasi internasional untuk membenarkan serangan mereka.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News