Iran-AS Tinggalkan Pakistan Tanpa Kesepakatan, Diplomasi Disebut Belum Berakhir

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei memberikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri di ibu kota Teheran, pada 10 Februari 2026. Foto: ATTA KENARE / AFP

Usai negosiasi selama 21 jam, delegasi Iran dan Amerika Serikat (AS) meninggalkan Islamabad, Pakistan, tanpa kesepakatan untuk mengakhiri bentrok di Timur Tengah pada Minggu (12/4).

Meski kedua delegasi sama-sama angkat kaki dari Pakistan, Teheran menyebut diplomasi disebut belum berhujung dan tetap bakal berlanjut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan sejak awal tidak ada ekspektasi kesepakatan bisa dicapai dalam satu pertemuan.

"Secara alami, sejak awal kita tidak semestinya berambisi mencapai kesepakatan dalam satu sesi. Tidak ada nan mempunyai ekspektasi seperti itu," ujarnya kepada media pemerintah IRIB, dilansir AFP.

Baghaei menekankan, kegagalan kali ini bukan akhir dari jalur diplomasi nan tetap bakal terus ditempuh Iran.

"Diplomasi tidak pernah berakhir, perangkat diplomatik adalah perangkat untuk mengamankan dan melindungi kepentingan nasional," katanya.

Dikutip dari AlJazeera, kantor buletin Mehr melaporkan delegasi Iran nan dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah meninggalkan Pakistan setelah negosiasi berakhir.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance juga lebih dulu meninggalkan Islamabad dan menyatakan tidak ada kesepakatan nan tercapai, serta menyebut Iran menolak tawaran Washington.

Wakil Presiden AS JD Vance melambaikan tangan saat naik ke pesawat Air Force Two setelah menghadiri pembicaraan tentang Iran di Islamabad, Pakistan, Minggu (12/4/2026). Foto: Jacquelyn MARTIN / POOL / AFP

Meski negosiasi gagal, Iran memastikan komunikasi dengan Pakistan sebagai mediator dan negara-negara sahabat di area bakal tetap berjalan.

"Kontak antara kami dengan Pakistan, serta mitra lain di kawasan, bakal terus berlanjut," ujar Baghaei.

Perundingan ini merupakan salah satu kontak langsung tingkat tinggi pertama kedua negara dalam beberapa dekade, namun berhujung tanpa hasil lantaran perbedaan tajam, terutama mengenai rumor nuklir dan tuntutan masing-masing pihak.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan