IPO Perusahaan Milik UGM Ditunda Gegara Belum Dapat Restu OJK

Sedang Trending 23 jam yang lalu

Jakarta -

PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP) dikabarkan menunda rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Penundaan tindakan korporasi perusahaan milik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini terjadi lantaran belum memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan prospektus perseroan, Swayasa Prakasa diketahui diperkirakan melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 September 2025. Rencana penundaan IPO ini juga belum diketahui hingga kapan.

"Dalam merangkap persetujuan untuk pernyataan efektif, tentu kudu menunggu perihal itu dari OJK dan jika itu belum diterima, maka kelak bakal ada kemungkinan pemunduran agenda dimaksud," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Hasan mengatakan pernyataan efektif pencatatan saham SWAP juga telah berhujung sebelumnya pada 31 Agustus 2026. Sehingga ke depan, perseroan perlu melakukan penyesuaian dan pengajuan kembali rencana IPO ke OJK.

"Nanti tentu kepada nan berkepentingan ada siklus revisi penyesuaian nan diperlukan dan kemudian kelak pengajuan kembali untuk proses lebih lanjut dalam rangka mendapatkan pernyataan efektif dan persetujuan pencatatan kelak di Bursa," terangnya.

Sebelumnya, SWAP juga telah mengirimkan surat penundaan rencana IPO ke pada BEI. Surat tersebut diterima BEI pada Selasa (1/9) lantaran perseroan belum mendapat pernyataan efektif dari OJK.

"Berdasarkan surat nan diterima, rencana penundaan dilakukan lantaran sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan penawaran umum," ungkap Saidu dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Sebagai informasi, SWAP merupakan perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset milik UGM. SWAP berencana menawarkan maksimal 323 juta saham baru alias setara 30,30% modal nan ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Berdasarkan prospektus, SWAP menetapkan nilai penawaran di rentang Rp 130-Rp 140 per saham. Pada tindakan korporasi ini, Swayasa Prakasa menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

"Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya adalah Rp 45.220.000.000," tulis Manajemen SWAP, dikutip Minggu (23/8/2026).

Lihat juga Video: Pramono Dorong PAM Jaya Segera IPO, Kepemilikan Publik 30%

(ahi/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance