Di tengah meningkatnya tren produk kesehatan dan kecantikan, kebutuhan bakal kolagen legal sekarang semakin tinggi. Sayangnya, sebagian besar produk kolagen dan gelatin nan beredar di Indonesia tetap berasal dari impor, dengan bahan baku sapi alias babi.
Dari kondisi inilah lahir penemuan dari IPB University berjulukan Collagel, produk kolagen gelatin legal berbahan dasar ikan nan sekarang mulai dikembangkan lebih luas.
Menariknya, produk ini bukan hanya menjawab kebutuhan pasar bakal kolagen halal, tetapi juga memanfaatkan limbah industri perikanan nan selama ini kurang dimaksimalkan. Kulit, tulang, sisik, hingga gelembung renang ikan nan biasanya hanya diolah menjadi pakan ternak alias produk sederhana, sekarang bisa diubah menjadi produk berbobot ekonomi tinggi.
Inovasi ini dikembangkan oleh Guru Besar IPB University, Prof. Mala Nurilmala nan bekerja-sama dengan Prof Tun Tedja Irawadi (Halal Science Center).
"Kolagen merupakan protein berbobot tinggi nan banyak digunakan dalam industri pangan, kosmetik, kesehatan, dan nutraceutical,” ujar Prof Mala, seperti dikutip dari laman IPB University, Selasa (28/4)
Pada Februari 2025, Collagel resmi dirilis dan telah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan serta sertifikat legal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.
Tak berakhir sampai di situ, pengembangan produk ini juga terus bersambung lewat jenis minuman baru berjulukan Collagen Z. Produk ini datang dengan beragam pilihan rasa kekinian seperti kopi, matcha, mangga, dan berry.
Pengembangan Collagen Z juga melibatkan kerja sama antara PT Telkom Indonesia Tbk, Yayasan SayHI, dan Halal Science Center IPB University. Kolaborasi ini tak hanya konsentrasi pada pengembangan produk, tetapi juga memberdayakan masyarakat lewat training usaha.
Melalui workshop nan digelar untuk pemuda dan ibu-ibu PKK di wilayah Bogor dan Jakarta, peserta dibekali training manajemen produksi, pemasaran digital, hingga pencatatan upaya berbasis teknologi. Bahkan, mereka juga mendapat support sarana upaya seperti booth dan sepeda motor roda tiga untuk membantu pemasaran produk.
Menurut Noviana Putri Kusumasari, penemuan ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga membawa akibat lingkungan. “Inovasi ini tidak sekadar pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan melalui konsep circular economy dan keberlanjutan," jelas Noviana.
Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi model pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular di beragam daerah. Dengan begitu, manfaatnya bukan hanya terasa pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga pada pengurangan limbah dan penguatan ekosistem legal nasional.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·