Investor Smelter Nikel China Keluhkan RKAB Tambang, Ini Jawaban Bahlil

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah telah menindaklanjuti beragam keluhan penanammodal smelter nikel asal China mengenai kebijakan sektor pertambangan, termasuk persoalan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat menanggapi berita adanya surat dari Kedutaan Besar China kepada Kementerian ESDM nan menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah nan dinilai berpotensi mengganggu keberlanjutan investasi smelter nikel di Indonesia.

Menurut Bahlil, komunikasi antara Pemerintah Indonesia dengan perwakilan pemerintah maupun pelaku upaya China terus berjalan. Bahkan, beberapa pekan sebelum dirinya berangkat menunaikan ibadah haji, dia telah menerima delegasi pengusaha China nan berinvestasi di Indonesia.

"Saya menyampaikan bahwa saya sudah sering berjumpa dengan Kedubas China. Bahkan dalam 3-4 minggu lampau sebelum saya berangkat haji, itu menemui delegasi pengusaha China nan ada di Indonesia. Kami sedang berbincang dan kami sudah mencarikan beberapa solusi terhadap keluhan mereka," tutur Bahlil di Gedung DPR RI, Senin (15/6/2026).

Bahlil menyadari, salah satu rumor nan banyak disoroti penanammodal asing adalah mengenai RKAB. Namun, Bahlil menegaskan kapabilitas produksi nan diberikan pemerintah kepada perusahaan pada dasarnya tidak mengalami perubahan.

Ia menyebut perusahaan nan memerlukan tambahan pasokan bahan baku dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan lain nan mempunyai alokasi RKAB lebih besar.

"Sebenarnya jika RKAB, apa persoalannya RKAB? Kapasitas produksi mereka kan sama, nan kita kasih. Tinggal mereka sebagian melakukan kolaborasi, kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di wilayah nan mendapatkan RKAB lebih," katanya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News