Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Nasional Jadi Bagian Utama Industrialisasi

Sedang Trending 16 menit yang lalu
Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Nasional Jadi Bagian Utama Industrialisasi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo(Dok spesial )

KETUA Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo, mengapresiasi keahlian pemerintah dalam menjaga momentum investasi sekaligus mendorong hilirisasi dan penguatan industri nasional. Realisasi investasi Indonesia sepanjang Semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan, serta menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja Indonesia. Investasi hilirisasi tercatat sebesar Rp300,1 triliun, alias sekitar 29,7% dari total realisasi investasi.

Ade Jona menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif terhadap kepercayaan penanammodal dan prospek perekonomian Indonesia. Namun, menurutnya, tahap berikutnya adalah memastikan investasi menghasilkan nilai tambah nan semakin besar di dalam negeri.

“Capaian investasi di atas Rp1.000 triliun dalam enam bulan tentu menjadi sinyal positif. Kami mengapresiasi kerja pemerintah menjaga kepercayaan investor. Sekarang momentum ini perlu kita sorong agar memperkuat industri nasional sekaligus membuka ruang nan semakin besar bagi pengusaha Indonesia,” ujar Ade Jona pada keterangannya, Sabtu (22/8).

Dirinya menekankan bahwa hilirisasi tidak boleh berakhir pada pembangunan akomodasi pengolahan. Investasi baru kudu bisa membentuk ekosistem industri nan melibatkan pengusaha lokal sebagai pemasok, vendor, distributor, penyedia jasa hingga mitra strategis.

“Kalau investasi besar masuk kemudian melahirkan banyak perusahaan pendukung di sekitarnya, di situlah multiplier effect terjadi. Pengusaha wilayah jangan hanya memandang investasi datang ke wilayahnya, tetapi kudu ikut tumbuh berbareng investasi tersebut,” katanya.

Menurut Ade Jona, kualitas investasi juga perlu dilihat dari penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta keahlian mendorong pengusaha nasional naik kelas.

Karena itu, HIPMI mendorong penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, kepastian izin serta kemitraan nan lebih luas antara investor, perusahaan besar, UMKM dan pengusaha daerah.

“Bagi HIPMI, keberhasilan industrialisasi pada akhirnya terlihat dari seberapa besar nilai tambah nan tinggal di Indonesia, seberapa banyak pengusaha nasional nan ikut tumbuh, dan seberapa luas lapangan kerja nan tercipta. HIPMI siap bekerja-sama dengan pemerintah untuk memastikan investasi memberikan akibat nan semakin luas bagi perekonomian nasional,” pungkas Ade Jona. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia