, SUBANG, – Realisasi investasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menunjukkan perkembangan nan sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat mencatat total investasi nan masuk pada periode 2022 hingga 2025 mencapai nomor fantastis, ialah Rp18,2 triliun.
Kepala DPMPTSP Subang, Dikdik Solihin, menyampaikan bahwa capaian ini sukses melampaui sasaran investasi nan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Target dari provinsi untuk Subang adalah Rp10,5 triliun, dan kami sukses melampauinya," ujarnya di sela aktivitas Subang Investment Forum 2026 di Subang, Rabu.
Menurut Dikdik, lonjakan investasi ini tidak lepas dari kehadiran sejumlah area industri nan sangat strategis di wilayah Subang. Selain itu, perkembangan pembangunan prasarana nan masif di wilayah tersebut menjadi poin utama nan bisa menarik minat para penanammodal untuk menanamkan modalnya.
Jaminan Keamanan dan Perda Kemudahan Investasi
Pemerintah Kabupaten Subang terus berupaya menciptakan suasana investasi nan kondusif. Salah satu langkah strategis nan bakal segera diambil adalah publikasi peraturan wilayah (perda) tentang kemudahan investasi. Regulasi ini diharapkan dapat semakin memuluskan jalan bagi para pelaku usaha.
Bupati Subang, Reynaldy Putra, menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa kondusif dan nyaman bagi seluruh investor. "Bagi para investor, kami nan menjamin keamanan dan kenyamanan para penanammodal untuk menanamkan investasinya di Subang," tegasnya.
Reynaldy menambahkan, meskipun gencar mendatangkan investasi, pihaknya bakal tetap menjaga identitas Subang sebagai lumbung padi nasional. Ia memastikan pembangunan industri bakal melangkah beriringan dengan penguatan sektor pertanian.
Pelabuhan Patimban Jadi Magnet Industri Modern
Kehadiran Pelabuhan Patimban dinilai menjadi katalis utama dalam pengembangan area industri modern di Subang. Infrastruktur vital ini membuka konektivitas wilayah dengan bumi upaya nan lebih luas, sehingga menjadikan Subang sebagai salah satu sasaran investasi utama di Jawa Barat.
Bupati Reynaldy menekankan bahwa investasi nan masuk kudu memberikan akibat langsung bagi kesejahteraan masyarakat lokal. "Kami mau memastikan investasi nan masuk ke Subang tidak hanya menguntungkan bagi pelaku usaha, tapi membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya serta berfaedah untuk penduduk Subang. Tenaga kerjanya kudu orang Subang," pungkasnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·