Feby Novalius
, Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |12:03 WIB

BI memperkirakan pertumbuhan angsuran berada di kisaran 8–12%. (foto: Okezone.com/Feby)
PONTIANAK – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan angsuran pada 2026 bakal terus terakselerasi, didorong beragam program pemerintah, termasuk sektor UMKM. BI memperkirakan pertumbuhan angsuran berada di kisaran 8–12%.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Alexander Lubis, menjelaskan bahwa keahlian UMKM nan sempat tertekan selama pandemi sekarang mulai pulih, sementara pembiayaan investasi dan konsumsi rumah tangga menunjukkan tren positif.
“Kami memandang banyak kesempatan untuk mendorong pertumbuhan kredit, termasuk melalui sinergi program pemerintah dan pemanfaatan kanal digital, sehingga ekspansi ekonomi ke depan bisa lebih sigap dan merata,” ujar Alexander di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2/2026).
Menurut Alexander, pencapaian pertumbuhan angsuran selama ini tidak lepas dari support kebijakan suku kembang nan tetap rendah, likuiditas nan memadai, dan ekspansi pemerintah.
“Pertumbuhan angsuran di 2025 mencapai 9,6%, terutama pada angsuran investasi. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat di semua jenis simpanan dan giro, sementara permintaan pembiayaan, keahlian korporasi, dan konsumsi rumah tangga juga mulai menunjukkan tren positif,” jelasnya.
Fenomena ini juga terlihat pada UMKM, nan meski menjadi tulang punggung ekonomi, sempat terdampak pandemi dan sekarang mulai pulih.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·