Ini Penjelasan Bank Indonesia Kenapa BI Rate Naik Lagi Menjadi 5,75 Persen

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo menyampaikan paparan saat konvensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Bank Indonesia kembali meningkatkan suku bunga referensi alias BI Rate sebesar 25 pedoman poin (bps) menjadi 5,75 persen, suku kembang Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku kembang Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan tersebut merupakan keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia nan digelar pada 17-18 Juni 2026.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global," kata Perry Warjiyo dalam konvensi pers, Kamis (18/6).

Selain itu, Perry mengatakan keputusan meningkatkan suku kembang referensi juga sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus-minus 1 persen nan ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, Perry memastikan kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth").

"Kebijakan makroprudensial lenggang terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan," katanya.

Perry mengatakan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung aktivitas ekonomi melalui ekspansi akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan prasarana sistem pembayaran.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan