Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga terus menunjukkan komitmennya dalam rangka penyediaan daya di wilayah dengan keterbatasan akses. Salah satunya dengan mengoperasikan kapal LPG MT Gas Attaka ke wilayah Kalimantan dan Sulawesi, termasuk menuju Amurang dan Donggala.
Kapal ini mempunyai kapabilitas muatan sekitar 1.700 metrik ton (MT) dalam setiap perjalanan, sehingga berkedudukan dalam mendukung pasokan LPG ke wilayah tujuan.
Adapun, dalam menjalankan perannya, MT Gas Attaka secara rutin menempuh perjalanan laut selama beberapa hari untuk mengangkut LPG ke wilayah tujuan. Kapal ini dioperasikan oleh awak kapal nan bekerja secara bergantian selama 24 jam guna memastikan pengedaran melangkah dengan kondusif dan tepat waktu.
Wilayah tujuan tersebut mempunyai karakter geografis nan tidak selalu mudah dijangkau melalui jalur darat, sehingga pengedaran daya sangat berjuntai pada konektivitas logistik laut.
Dalam konteks tersebut, armada kapal berkedudukan sebagai penghubung antara titik suplai dan terminal pengedaran di wilayah tujuan. Setiap perjalanan kapal menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan daya bagi masyarakat di wilayah dengan akses terbatas.
Perjalanan kapal LPG dilakukan melalui pengaturan rute dan agenda nan terus disesuaikan dengan dinamika kebutuhan di lapangan, sehingga pengedaran dapat melangkah lebih selaras dengan kondisi di masing-masing wilayah.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto menjelaskan bahwa pengelolaan pengedaran LPG dilakukan secara bergerak guna mendukung kelancaran penyaluran energi.
"Pergerakan kapal LPG terus kami atur menyesuaikan kebutuhan di beragam wilayah. Armada seperti MT Gas Attaka menjadi bagian dari sistem pengedaran nan menghubungkan titik suplai hingga ke terminal distribusi, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses," ungkap Arif dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, pengedaran daya merupakan sistem nan saling terhubung, sehingga keseimbangan antara pasokan dan konsumsi menjadi aspek krusial dalam mendukung kelancaran penyaluran.
Sejalan dengan perihal tersebut, Pertamina Patra Niaga membujuk masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak dan sesuai kebutuhan, sehingga pengedaran dapat melangkah lebih merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Seluruh operasional kapal LPG dijalankan dengan standar HSSE (Health, Safety, Security & Environment) nan ketat untuk memastikan keselamatan pelayaran sekaligus mendukung keandalan pengedaran energi.
Dukungan ini diperkuat oleh armada kapal milik dan kapal charter, dengan 9 kapal LPG milik, serta lebih dari 30 kapal charter nan beraksi untuk menjangkau beragam wilayah.
Melalui pergerakan armada nan terus beraksi di beragam rute, Pertamina Patra Niaga terus mendukung pengedaran LPG agar dapat menjangkau wilayah-wilayah dengan karakter geografis nan beragam di Indonesia.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·