Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono, dr. Eva Jeumpa Soelaeman.(Dok. Medcom)
KONSULTAN Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono, dr. Eva Jeumpa Soelaeman, memberikan peringatan keras kepada orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mengonsumsi makanan pedas nan tengah viral tanpa panduan. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu sistem pencernaan hingga menghalang tumbuh kembang anak.
"Jangan lantaran pengaruh style hidup dan mencoba makanan pedas nan viral, membikin kesehatan anak terganggu. Bahkan, tumbuh kembangnya jadi terganggu," ujar dr. Eva di Tangerang, Rabu (22/7).
Sensitivitas Pencernaan Anak
Menurut dr. Eva, sistem pencernaan anak mempunyai tingkat sensitivitas nan jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa terhadap infeksi, alergi, maupun kelainan struktural. Ketidakmatangan sistem pencernaan ini membikin anak rentan terhadap beragam masalah kesehatan akibat salah konsumsi makanan.
Beberapa indikasi alias penyakit nan kerap muncul akibat konsumsi makanan nan tidak tepat antara lain:
- Sakit perut berulang.
- Mual dan muntah.
- Sulit buang air besar (BAB) alias sembelit.
- Berat badan nan tidak kunjung naik.
"Sistem pencernaan anak belum sematang orang dewasa. Jika anak mengalami kondisi tersebut, segeralah berkonsultasi dengan master gastro anak lantaran master ahli ini memahami sistem pencernaan anak secara mendalam," tambahnya.
Peran Dokter Spesialis Gastro Anak
Dokter ahli anak konsultan gastroenterohepatologi mempunyai skill unik untuk mendiagnosis dan mengelola gangguan pada seluruh sistem pencernaan. Cakupannya meliputi kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga organ hati (liver) dan pankreas pada bayi, anak-anak, hingga remaja.
Beberapa kondisi medis nan dapat ditangani oleh ahli ini meliputi:
- Gangguan saluran cerna atas dan GERD.
- Kesulitan menelan.
- Muntah berulang alias muntah darah.
- Masalah berat badan dan gangguan makan.
- Infeksi serta radang pencernaan kronis.
- Kelainan hati dan empedu pada anak.
Tindakan Endoskopi pada Anak
Untuk mendeteksi kondisi bagian dalam saluran cerna secara akurat, master biasanya melakukan tindakan endoskopi menggunakan selang elastis tipis nan dilengkapi kamera mini (endoskop).
Meski secara prinsip serupa dengan prosedur pada orang dewasa, dr. Eva menekankan bahwa endoskopi pada anak mempunyai standar khusus. "Endoskopi pada anak mempunyai perbedaan mulai dari ukuran alat, penggunaan bius lokal, hingga keterlibatan tim medis khusus," pungkasnya. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·