Ini Bahaya FOMO, YOLO hingga Doom Spending yang Bisa Bikin Keuangan Boncos

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |13:05 WIB

Ini Bahaya FOMO, YOLO hingga Doom Spending nan Bisa Bikin Keuangan Boncos

Masyarakat perlu lebih jeli dalam mengelola finansial dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Masyarakat perlu lebih jeli dalam mengelola finansial dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menghindari utang konsumtif, serta memastikan legalitas dan kelaziman produk finansial sebelum menggunakannya. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L, ialah Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk finansial alias berinvestasi.

Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Enriche Putera Hutama menjelaskan, prinsip Legal berfaedah masyarakat perlu memastikan perusahaan alias produk finansial mempunyai izin dari otoritas nan berwenang. Sementara prinsip Logis mengharuskan masyarakat tidak mudah percaya pada tawaran untung nan terlalu besar alias tanpa risiko.

“Kami membujuk masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 2L, ialah Legal dan Logis, sebelum berinvestasi alias menggunakan produk keuangan. Legal, artinya memastikan perusahaan alias produk finansial mempunyai izin dari otoritas nan berwenang. Logis, artinya tidak mudah percaya pada janji untung nan terlalu besar alias tanpa risiko,” ujar Enriche, Sabtu (8/8/2026).

Selain memperhatikan legalitas dan kelaziman penawaran, masyarakat perlu mengenali sejumlah perilaku finansial nan dapat mendorong pengeluaran berlebihan. Beberapa di antaranya adalah Fear of Missing Out (FOMO), Fear of Other People's Opinion (FOPO), You Only Live Once (YOLO), dan doom spending.

FOMO merupakan perilaku membeli peralatan alias menggunakan jasa lantaran takut tertinggal tren. Sementara itu, FOPO terjadi ketika seseorang terlalu memikirkan pendapat orang lain sehingga melakukan pembelian demi mendapatkan pengakuan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com