Ini 3 Komoditas yang Wajib Ekspor Lewat BUMN Khusus

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Khusus Ekspor tiga komoditas. Adapun komoditas nan wajib melakukan ekspor melalui badan tersebut adalah batu bara, minyak kelapa sawit dan juga fero alloy.

Prabowo mengatakan, melalui BUMN Khusus Ekspor ini, penjualan semua hasil sumber daya alam mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro-alloys), wajib dilakukan melalui BUMN nan ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengeskpor tunggal.

"Dalam artian hasil dari setiap penjualan ekspor bakal diteruskan oleh BUMN nan ditunjuk oleh pemerintah kepada pelaku upaya pengelola aktivitas tersebut. Ini bisa dikatakan sebagai marketing, marketing facility," ujar Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Lebih lanjut, dia menegaskan tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring serta memberantas praktik kurang bayar (under-invoicing), praktik pemindahan nilai (transfer pricing), dan pelarian devisa hasil ekspor.

Dalam catatan Prabowo, Indonesia menjadi negara pengekspor terbesar ketiga komoditas itu. Misalnya untuk ekspor minyak kelapa sawit, di mana Indonesia merupakan negara pengekspor tersebar dengan nilai devisa hasil ekspor hingga US$ 23 miliar alias setara Rp391 triliun di tahun 2025.

Kemudian batu bara dengan nilai devisa menembus US$ 30 miliar alias setara Rp510 triliun di 2025. Dan fero alloy nilai devisa ekspornya mencapai US$ 16 miliar alias Rp272 triliun di 2025.

"Ketiga komoditas strategis ini menghasilkan devisa US$ 65 miliar alias setara Rp1.100 triliun per tahun," tegas Prabowo.

Namun, Prabowo menilai Indonesia sebagai negara nan tergabung dalam G20 tapi ratio belanjanya negaranya terhadap PDB menjadi nan paling rendah diantara negara-negara G20.

"Rasio penerimaan kita paling rendah diantara negara G20 dari info terbaru IMF. Kita bisa memandang rasio pendapatan meksiko 25% dari PDB, India 20% dari PDB, Filipina 21% dari PDB, Kamboja saja 15% dari PDB, Indonesia 11-12% dari PDB," ungkap Prabowo.

(ven)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News