Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya, Letkol Czi M Imvan Ibrahim, memberikan penjelasan resmi mengenai potongan video viral di medsos menuding tindakan represif TNI terhadap petani di Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya hingga narasi nan beredar sama sekali(MI/kristiadi)
SEJUMLAH personil TNI diduga melakukan intimidasi terhadap petani tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) saat tengah melakukan pengolahan lahan pada Kamis (18/6). Kejadian itu terjadi di lahan eks HGU PT Wiria Cakra mencakup Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Viral sebuah video diunggah media sosial instagram akun tanahuntukrakyat menarasikan ada situasi “Darurat Agraria” seorang petani tengah berbincang dengan personil TNI di lahan seluas 386 hektare nan dibersihkan merupakan area sudah ditetapkan oleh tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Tasikmalaya nan rencananya ditempati oleh Batalyon TP.
Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya, Letkol Czi M Imvan Ibrahim mengatakan, pihaknya memberikan penjelasan resmi mengenai potongan video viral di media sosial menuding adanya tindakan represif TNI terhadap petani di Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya. Namun, narasi beredar luas di media sosial tersebut sama sekali tidak sesuai dengan kebenaran riil di lapangan.
"Kami sampaikan potongan video tidak sesuai dengan kebenaran di lapangan alias mencerminkan provokatif, saat itu tidak ada penggusuran maupun perusakan terhadap tanaman milik masyarakat setempat. Kehadiran prajurit TNI di lokasi, sebetulnya melaksanakan pembersihan lahan dan rencananya bakal digunakan sebagai penempatan Batalyon TP di Tasikmalaya," ujar Dandim 0612 Tasikmalaya, Letkol Czi M Imvan Ibrahim, Minggu (21/6/2026).
Menurut Letkol Czi M Imvan Ibrahim, dari kebenaran meluruskan misinformasi terlanjur dan beredar di tengah publik pertama lahan dibersihkan merupakan area sudah ditetapkan oleh tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Tasikmalaya. Namun, status hukumnya sudah clear and clean ditempati oleh Batalyon TP di Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya.
"Prajurit TNI melakukan pembersihan di letak Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya berjumlah 18 orang termasuk kami membantah narasi provokatif berada di media sosial menyebut ada "Ratusan TNI” turun ke lapangan menggusur petani di Karangjaya. TNI memastikan tidak ada kerugian material dialami warga, aktivitas di letak murni membersihkan semak belukar untuk persiapan mendirikan tenda penempatan prajurit," katanya.
Menurutnya, TN berbareng pemerintah terus menjalin komunikasi nan intensif hingga situasi di Desa Karangjaya sudah kondusif dan kondusif hingga berkoordinasi secara baik dengan penduduk setempat. Namun, melalui penjelasan resmi Kodim 0612 Tasikmalaya berambisi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi potongan video dan narasi sepihak nan sengaja digulirkan di media sosial, demi menghindari kegaduhan nan tidak perlu.
"Kami mengimbau agar masyarakat agar tidak mudah terprovokasi potongan video dan narasi sepihak nan sengaja diupload di media sosial. Karena, potongan video ini menyebut "Ratusan TNI” nan turun ke lapangan menggusur petani di Karangjaya itu tidak betul sesuai kebenaran di lapangan," pungkasnya. (AD)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·