Inggris Bakal Larang Kacamata Meta Masuk Bioskop, Khawatir Dipakai buat Bajak

Sedang Trending 20 menit yang lalu
CEO Meta Mark Zuckerberg mengenakan kacamata Meta Ray-Ban Display saat menyampaikan pidato peluncuran lini baru kacamata pandai tersebut dalam aktivitas Meta Connect di instansi pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, Rabu (17/9/2025). Foto: Carlos Barria/REUTERS

Bioskop di Inggris mulai mempertimbangkan untuk melarang penggunaan kacamata pandai berbasis kamera masuk ke dalam studio pemutaran movie alias ruang teater pertunjukan, termasuk kacamata Meta AI. Langkah ini muncul lantaran adanya kekhawatiran perangkat kacamata AI dapat digunakan untuk merekam movie secara diam-diam dan memicu pembajakan.

Asosiasi industri bioskop Inggris (UK Cinema Association/UKCA), mengatakan banyak jaringan bioskop kemungkinan bakal membikin kebijakan untuk melarang alias membatasi penggunaan kacamata pandai nan dilengkapi kamera.

Chief Executive UKCA, Phil Clapp, mengatakan seluruh operator bioskop besar di Inggris sedang mempertimbangkan kebijakan masing-masing mengenai teknologi tersebut. Perangkat ini apalagi mulai mendapat julukan “kacamata mata-mata” lantaran memungkinkan penggunanya merekam secara tersembunyi.

Kacamata pandai tersebut mempunyai kamera nan tertanam di dalam bingkai. Ketika digunakan untuk merekam, terdapat lampu parameter mini nan menyala. Kendati begitu, belum ada bioskop di Inggris nan secara resmi melarang penggunaan smart glasses ke dalam studio film, setidaknya berasas info nan diketahui UKCA.

Operator bioskop tetap mempertimbangkan antara akibat perekaman movie dan masalah privasi dengan faedah teknologi tersebut bagi sebagian penonton.

"Perangkat ini dapat berfaedah bagi sebagian penonton," kata Clapp sebagaimana dikutip Sky News.

Menurut dia, kacamata pandai dapat membantu penonton dengan gangguan penglihatan alias mereka nan mempunyai masalah pendengaran. Beberapa perangkat apalagi dapat menyediakan teks terjemahan atau subtitle nan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Kacamata pandai sebenarnya bukan teknologi baru. Namun, produk smart glasses Meta belakangan makin populer. Lebih dari 7 juta unit kacamata Meta terjual sepanjang 2025. Popularitasnya juga meningkat setelah Meta menggandeng sejumlah publik figur dalam kampanye iklan, termasuk miliarder Kylie Jenner.

Rokid Smart AI Glasses Foto: Rokid

Kacamata tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk mengambil foto dan merekam video, ini juga terintegrasi dengan teknologi kepintaran buatan (artificial intelligence/AI), sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan asisten AI, mendengarkan musik, dan melakukan panggilan telepon.

Versi terbaru juga dilengkapi layar pada lensa kanan. Layar tersebut memungkinkan pengguna membaca pesan, menerjemahkan percakapan, hingga memandang peta tanpa perlu mengeluarkan smartphone. Kemampuan merekam video secara langsung dari kacamata inilah nan kemudian memunculkan kekhawatiran di tempat-tempat nan melarang aktivitas perekaman.

Sejumlah Tempat Mulai Membatasi

Kekhawatiran terhadap penggunaan kacamata pandai tidak hanya muncul di bioskop. Sejumlah teater, pub, dan restoran di Inggris juga mulai mengambil sikap seiring meningkatnya ketenaran teknologi tersebut.

Salah satu jaringan pub terbesar di Inggris, Wetherspoons, telah menerapkan larangan efektif dengan tidak mengizinkan visitor merekam menggunakan kacamata pandai di dalam pub mereka. Sementara itu, ATG Theatres, operator sejumlah gedung pagelaran seperti Edinburgh Playhouse dan Bristol Hippodrome, juga bakal melarang visitor merekam menggunakan kacamata tersebut.

Larangan serupa apalagi bertindak di lingkungan pengadilan. Dilansir The Guardian, His Majesty's Courts and Tribunals Service mengatakan bahwa penggunaan kacamata Meta dilarang lantaran adanya patokan nan membatasi pengambilan foto dan video di dalam pengadilan maupun tribunal.

Meta memihak penggunaan kacamata pintarnya dengan menyoroti faedah perangkat tersebut bagi penyandang gangguan penglihatan. Juru bicara Meta mengatakan kacamata tersebut menghadirkan teknologi baru nan krusial bagi organisasi tunanetra dan orang dengan gangguan penglihatan.

"Pembatasan terhadap langkah orang menggunakan teknologi ini bakal menjadi langkah mundur nan besar," kata Meta.

Perusahaan tersebut mengakui bahwa ada tempat-tempat tertentu nan memang tidak semestinya direkam.

"Secara alami, ada tempat-tempat nan memang sama sekali tidak boleh direkam, dan itu masuk akal. Namun, patokan kudu diterapkan secara konsisten," ujar ahli bicara Meta.

Meta juga menegaskan bahwa kacamata mereka mempunyai lampu parameter nan menyala ketika foto alias video direkam. Fitur tersebut, menurut Meta, memungkinkan orang di sekitar mengetahui bahwa kamera sedang digunakan.

"Hal itu tidak dimiliki smartphone dan kamera lainnya," kata Meta.

Bagi industri bioskop, persoalannya sekarang bukan sekadar apakah kacamata pandai dapat merekam film, tetapi juga gimana menyeimbangkan perlindungan kewenangan cipta dan privasi dengan aksesibilitas teknologi bagi penonton nan membutuhkan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan