Ketua Federal Reserve (The Fed) nan baru, Kevin Warsh, memulai era kepemimpinannya dengan mempertahankan suku bunga referensi AS pada level 3,50-3,75 persen.
Dikutip dari Reuters pada Kamis (18/6), dalam pertemuan pertamanya sejak menjabat pada bulan lalu, para pejabat The Fed sepakat mempertahankan suku kembang dan sekaligus meluncurkan agenda reformasi besar nan bakal mengubah langkah bank sentral AS menjalankan kebijakan moneternya.
Meski demikian, proyeksi kuartalan terbaru menunjukkan sembilan dari 19 pejabat The Fed sekarang memperkirakan kenaikan suku kembang sebelum akhir 2026.
“Saya tidak bisa memberikan pedoman ke depan mengenai apa nan bakal kami lakukan berikutnya,” kata Warsh dalam konvensi pers perdananya.
“Kabar baiknya, kami bakal kembali berjumpa dalam enam minggu,” tambahnya.
Dalam pernyataan kebijakan tersebut, The Fed menyoroti sejumlah aspek nan selama ini menjadi perhatian Warsh, termasuk menyebut pertumbuhan produktivitas dan investasi modal berada pada level nan kuat.
The Fed juga mengakui bahwa inflasi tetap tinggi dibanding sasaran Komite sebesar 2 persen, namun sebagian disebabkan oleh guncangan pasokan nan mendorong kenaikan nilai di sektor tertentu, termasuk energi.
Pernyataan terbaru itu jadi titik kembali bagi arah kebijakan moneter AS. Sejak akhir 2024, kebijakan The Fed lebih berorientasi pada penurunan biaya pinjaman setelah suku kembang dinaikkan garang untuk mengendalikan inflasi nan sempat mencapai level tertinggi dalam 40 tahun selama pandemi COVID-19.
Ekonom Kepala AS Jefferies, Thomas Simons, menilai perubahan tersebut sangat signifikan.
“Perubahan dalam pernyataan kebijakan ini sangat mendalam. Jumlah katanya berkurang drastis dan pedoman ke depan nan tersisa menunjukkan adanya akibat dua arah terhadap langkah kebijakan berikutnya,” ujarnya.
Keputusan mempertahankan suku kembang serta proyeksi kenaikan suku kembang dari nyaris separuh pejabat The Fed menunjukkan kesempatan nan sangat mini bagi Warsh untuk memenuhi angan Presiden AS Donald Trump nan menginginkan pemangkasan suku bunga.
Proyeksi terbaru menunjukkan inflasi bakal melambat tajam pada tahun depan sehingga memungkinkan suku kembang kembali ke level saat ini pada akhir 2027 dan turun sedikit lagi pada 2028.
“Komite bakal memastikan stabilitas harga,” demikian pernyataan resmi The Fed.
Warsh juga mengingatkan agar pasar tak terlalu konsentrasi pada proyeksi suku kembang para pejabat alias nan dikenal sebagai dot plot.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·