
Raymon Indra/Nikolaus Joaquin menjadi satu-satunya wakil Indonesia nan mencapai babak semifinal All England 2026. (Foto: PBSI)
JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bergerak sigap melakukan pertimbangan menyeluruh menyusul hasil nihil gelar di All England 2026. Meskipun sasaran satu gelar juara kandas terpenuhi, otoritas tertinggi bulu tangkis nasional tersebut tetap memberikan apresiasi terhadap daya juang skuad Merah Putih, terutama para pemain pelapis nan bisa menunjukkan taji di turnamen kasta tertinggi tersebut.
Sebenarnya, Tim Indonesia ditargetkan meraih satu gelar namun belum tercapai. Akan tetapi, sejumlah catatan positif terutama datang dari penampilan pemain-pemain muda nan bisa tampil kompetitif di salah satu turnamen paling prestisius dalam almanak BWF World Tour.
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menyampaikan pertimbangan memang tetap bakal dilakukan untuk memandang secara perincian performa Tim Indonesia. Akan tetapi, dia senang dengan proses regenerasi pemain.
“Secara umum kami memandang ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres nan cukup menggembirakan," kata Eng Hian dalam keterangannya, dikutip Senin (9/3/2026).
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian. (Foto: Bagas Abdiel/Okezone)
1. Sinyal Positif dari Proses Regenerasi
"Mereka bisa tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England. Ini menjadi parameter bahwa proses regenerasi melangkah dan para pemain muda mulai bisa bersaing di level tertinggi,” tambahnya.
Dia memberikan apresiasi unik tentu kami berikan kepada Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo (Joaquin) nan sukses melangkah hingga babak semifinal. Catatan itu cukup membanggakan meskipun tidak berbuah gelar.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin Sport lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·