IMF Puji Stabilitas Ekonomi RI, BI Sebut Perkuat Presepsi Positif Investor

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Petugas keamanan melakukan penjagaan di area Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

International Monetary Fund (IMF) menilai Indonesia konsisten menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter nan kuat.

Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, menilai Indonesia bisa menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, sekaligus mempertahankan momentum ekonomi melalui support permintaan domestik nan solid.

Disiplin dalam mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) juga menjadi salah satu aspek nan memperkuat kepercayaan penanammodal global.

Selain itu, respons kebijakan nan adaptif dan berorientasi ke depan dinilai bisa meredam akibat tekanan global.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, menjelaskan penilaian IMF itu memperkuat persepsi positif penanammodal terhadap ekonomi Indonesia.

Bank Indonesia, kata dia, terus melakukan sosialisasi kepada penanammodal dunia untuk menegaskan bahwa ekonomi domestik tetap berada di jalur nan tepat.

Menurut Anton, ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan nan tetap solid, inflasi nan terjaga dalam kisaran sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan.

“Dengan pertumbuhan ekonomi nan tetap solid didukung oleh permintaan domestik nan kuat, inflasi nan terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan nan konsisten di tengah tekanan eksternal,” kata Anton dalam keterangan resminya, Rabu (15/4).

Pekerja melangkah di area Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Lebih lanjut, Bank Indonesia menegaskan bahwa respons kebijakan nan ditempuh tidak lagi berkarakter konvensional. Pendekatan nan digunakan adalah bauran kebijakan terintegrasi nan mengombinasikan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas, kebijakan makroprudensial nan pro-pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran guna mendukung aktivitas ekonomi dan digitalisasi.

Di tengah ketidakpastian global, Bank Indonesia juga menekankan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui pendekatan nan elastis namun tetap terukur.

"Penguatan instrumen moneter dilakukan untuk menjaga daya tarik aset domestik, sementara pengelolaan likuiditas diarahkan secara hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," tulis keterangan tersebut.

Sinergi dengan pemerintah turut menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas kebijakan nasional. Komitmen untuk mempertahankan defisit fiskal di bawah 3 persen PDB serta realokasi shopping ke sektor produktif dinilai bisa memperkuat fondasi ekonomi dalam jangka menengah.

Selain itu, Indonesia juga terus mendorong transformasi struktural menuju ekonomi dengan nilai tambah lebih tinggi, antara lain melalui hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan sektor berbasis teknologi.

Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan tersebut memperkuat kepercayaan penanammodal bahwa Indonesia tidak hanya mempunyai daya tahan ekonomi nan baik, tetapi juga semakin adaptif dan andal dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan berkepanjangan di tengah tantangan global.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan