IHSG Selasa Ditutup Melemah ke 6.130.(Dok. Antara)
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (28/7) sore ditutup melemah ke posisi 6.130. Penurunan ini terjadi seiring sikap pelaku pasar nan condong wait and see menantikan arah kebijakan suku kembang acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.
IHSG hari ini terkoreksi sebesar 55,19 poin alias 0,89% ke level 6.130,59. Sementara itu, indeks golongan 45 saham unggulan alias LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 4,53 poin alias 0,74% ke posisi 608,03.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan depresiasi Rupiah. Di pasar spot, nilai tukar Rupiah ditutup melemah 0,41% ke level Rp18.083 per dolar AS, mendekati level terendah sepanjang masa di Rp18.190 per dolar AS.
"Investor tetap bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif berikutnya nan dinilai dapat berpengaruh terhadap kebijakan bank sentral ke depannya," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta.
Dari sisi eksternal, pasar konsentrasi pada hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed nan dijadwalkan pada Rabu (28/7) malam. Konsensus memperkirakan adanya penyesuaian suku kembang seiring melandainya inflasi AS dan penurunan nilai minyak mentah dunia akibat pembicaraan mengenai jalur pelayaran Selat Hormuz oleh Iran, Arab Saudi, dan Oman.
Secara sektoral, kebanyakan indeks sektoral IDX-IC berhujung di area merah. Sektor properti mencatat penurunan terdalam sebesar 2,78%, disusul sektor daya (1,59%) dan sektor finansial (0,93%). Hanya sektor peralatan konsumen primer nan sukses menguat tipis 0,43%.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,659 juta kali transaksi dengan volume 24,09 miliar lembar saham senilai Rp12,12 triliun. Sebanyak 281 saham menguat, 380 saham menurun, dan 304 saham stagnan.
Kondisi serupa juga terlihat di bursa regional Asia. Indeks Nikkei melemah tajam 3,83%, Shanghai turun 1,16%, dan Kospi terkoreksi 10,84%. Sebaliknya, indeks Hang Seng sukses menguat tipis 0,41%.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·