IHSG Menguat, Bos Danantara: Investor Percaya Fundamental RI

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Jakarta -

Danantara Indonesia menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan penanammodal terhadap prospek perekonomian nasional. Hal itu disebut mencerminkan kepercayaan penanammodal terhadap kuatnya esensial ekonomi Indonesia serta keahlian perusahaan-perusahaan nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, apresiasi pasar modal menjadi bukti bahwa penanammodal semakin memandang potensi jangka panjang Indonesia berasas kondisi esensial nan solid.

"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh penanammodal nan menunjukkan kepercayaan terhadap esensial ekonomi kita maupun esensial perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja nan baik tersebut membikin IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah nan juga menunjukkan penguatan," ujar Dony usai Flag Off BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dony, pergerakan pasar dalam jangka pendek memang dapat dipengaruhi oleh beragam sentimen. Namun, penanammodal pada akhirnya bakal kembali menilai berasas kekuatan ekonomi nasional dan keahlian masing-masing perusahaan.

"Tentu ada rumor dan sentimen nan cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh penanammodal bakal memandang esensial daripada perusahaan maupun negara," kata Dony.

Dony menambahkan, perusahaan-perusahaan nasional khususnya BUMN tetap mempunyai esensial nan kuat di beragam sektor strategis. Kondisi tersebut menjadi modal krusial untuk terus meningkatkan nilai perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan investor.

"Teman-teman bisa memandang bahwa esensial perusahaan kita, baik perbankan, tambang, prasarana maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus," ujar Dony.

Terkait tindakan korporasi seperti pembelian kembali (buyback) saham oleh perusahaan BUMN, Dony mengatakan perihal tersebut merupakan sistem upaya nan wajar andaikan perusahaan memandang nilai saham belum mencerminkan nilai esensial sebenarnya.

"Buyback itu sebetulnya proses nan normal. Kalau kita memandang saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri," jelas Dony.

Dony optimistis kepercayaan penanammodal terhadap Indonesia bakal semakin kuat seiring solidnya esensial ekonomi nasional dan transformasi perusahaan-perusahaan BUMN. "Kalau peralatan bagus, tentu sayang jika tidak kita optimalkan," tutup Dony.

Sementara, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu menilai kuatnya esensial ekonomi juga perlu terus didukung oleh bergeraknya sektor riil, termasuk industri perumahan nan mempunyai multiplier effect besar terhadap perekonomian.

Nixon mengatakan, BTN tetap optimistis menjaga momentum pertumbuhan dengan terus mendorong permintaan masyarakat terhadap kediaman melalui beragam penemuan pembiayaan.

"Kita kudu bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong beragam strategi agar sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap mempunyai akses untuk membeli rumah," ujar Nixon.

Nixon menambahkan, perseroan tetap menjaga sasaran pertumbuhan secara prudent di tengah dinamika ekonomi. BTN juga terus memperkuat strategi upaya melalui ekspansi angsuran nan sehat serta pengelolaan kualitas aset.

"Kita tetap percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala langkah kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa mempunyai rumah," tutur Nixon.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance